Fokus

Bencana Kekeringan Melanda Tiongkok

Kekeringan di beberapa bagian Tiongkok mendatangkan malapetaka dan menyebabkan kekurangan air.

Itu menurut media lokal Tiongkok.

Sebuah desa di sepanjang pinggiran Kota Yueqing, di provinsi timur Zhejiang,melaporkan bahwa pasokan airnya, telah menjadi tidak dapat diandalkan.

Penduduk setempat mengatakan air bisa sesekali, atau bahkan berhenti sama sekali.

Pada beberapa kesempatan, mereka bahkan melaporkan air keran yang menguning atau kotor.

Penduduk setempat menjelaskan bahwa mereka sekarang mengangkut air dari danau di luar desa setiap hari.

Di satu daerah, penduduk desa hanya bisa mendapatkan air dengan menukar tiket air, yang dikeluarkan oleh pihak otoritas dan digunakan untuk penjatahan air.

Namun sementara penduduk yang lebih miskin menderita, hotel dan restoran di Kota Yueqing tampaknya tidak terpengaruh oleh pembatasan air.

Menurut Yueqing Water Supply Group, cadangan air standar kota hanya cukup untuk penggunaan normal sehari-hari hingga pertengahan Januari.

Itu lebih dari sebulan lagi sampai musim hujan di kawasan tersebut, yang diperkirakan akan dimulai pada bulan Maret.

Penduduk di satu distrik, bagian dari kota Shenzhen, Tenggara Tiongkok, mengatakan pasokan air mereka terputus-putus selama sebagian besar enam bulan terakhir.

Menambahkan bahwa aliran air itu hampir sepenuhnya berhenti mengalir, dalam seminggu terakhir.

Mereka mengatakan hanya sedikit air keran yang tersedia hanya untuk 1 hingga 2 jam sehari.

Otoritas setempat mengatakan kekurangan air terkait dengan proyek renovasi saluran pembuangan, sesuatu yang diharapkan akan selesai sebelum liburan Tahun Baru Imlek pada pertengahan Februari.

Surat kabar harian, Wenzhou melaporkan bahwa karena cuaca kering, tekanan air telah berkurang di satu kabupaten, di dalam provinsi Zhejiang.

Artinya, saat warga menyalakan keran, ada lebih sedikit air yang akan mengalir.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.