Fokus

Bendungan Tiga Ngarai: ATM untuk Rezim PKT?

Kualitas Bendungan Tiga Ngarai di sungai Yang-tze menarik perhatian musim panas ini, selama banjir besar.

Sekarang fungsi lain dari bendungan ini menimbulkan pertanyaan, dan orang-orang Tiongkok bahkan tidak tahu apa-apa tentang hal itu.

Rezim komunis Tiongkok telah menggunakan salah satu bendungan terbesar di dunia, Bendungan Tiga Ngarai, sebagai ATM untuk pihak otoritas.

Mereka diam-diam mengumpulkan sejumlah besar uang dari orang-orang Tiongkok atas nama proyek tersebut, yang sangat bertentangan dengan janji yang mereka buat.

Ini adalah menurut Wang Weiluo, seorang ahli hidrologi Tiongkok dari Jerman.

Wang melakukan wawancara eksklusif dengan media yang berbasis di AS, Sound of Hope, tentang topik ini.

Wang: “Pihak otoritas menggunakan nama Proyek Tiga Ngarai untuk mengumpulkan ratusan miliar dari orang-orang dan masih terus mengumpulkan. Banyak orang tidak mengetahuinya, mereka hanya tahu bahwa Proyek Tiga Ngarai adalah yang terbesar di dunia. Begitu banyak yang mendukung proyek itu ketika dimulai, karena mereka dapat menghasilkan uang darinya dan dipromosikan karenanya.”

Dia menunjukkan bahwa otoritas PKT telah mengumpulkan pajak khusus yang disebut “Dana Konstruksi Proyek Tiga Ngarai” sejak tahun 1992.

Dan mereka kemudian mengubah namanya menjadi “Dana Pembangunan Proyek Konservasi Air Utama Nasional” pada tahun 2010, dan terus mengumpulkan dana selama satu dekade lagi.

“Dana Tiga Ngarai” tidak dipungut secara terang- terangan, tapi dikumpulkan secara terselubung, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka membayar pajak semacam itu.

Mereka menjadikannya sebagai bagian dari biaya PLTA.

Artinya, pemerintah pusat mengembalikan beban tersebut ke pundak orang-orang Tiongkok.”

Tahun lalu perpanjangan pajak khusus ini disetujui oleh Dewan Negara Tiongkok, dan pajak akan diperpanjang hingga 2025.

Menurut data yang tersedia online, hingga 2014, Proyek Tiga Ngarai telah mengumpulkan lebih dari 76 miliar Dolar (Rp 1.077 T) dari para individu dan perusahaan Tiongkok.

Ini benar-benar bertentangan dengan janji yang dibuat oleh Vice Premier saat itu, Zou Jiahua

Dalam laporan Zou tahun 1992 kepada Kongres Rakyat Nasional,

proyek tersebut diharapkan dapat berdiri sendiri mulai tahun 2003 karena kapasitas pembangkit listriknya.

Tapi melihat lebih dekat audit Proyek Tiga Ngarai oleh Kantor Audit Nasional, Wang terkejut.

Dia menemukan bahwa Kantor Audit Nasional tidak menyebutkan pendapatan pembangkit listrik

dari Proyek Tiga Ngarai dalam laporannya.

Dia mempertanyakan kemana perginya sejumlah besar uang itu.

Inilah yang dia katakan dalam wawancaranya dengan Sound of Hope:

“Zou Jiahua berkata, proyek itu tidak boleh menggunakan uang rakyat Tiongkok dari tahun 2003, ingat?

Dia mengatakan akan mendapat pendanaan dari hasil PLTA.

Tapi mereka tidak menghitung hasil PLTA sebagai pendapatan, mereka tidak memasukkan bagian ini.

Yang mereka lakukan hanyalah mengumpulkan pajak khusus ini, dan mengabaikan pendapatan dari PLTA.”

Wang menyebut “Dana Konstruksi Proyek Tiga Ngarai” sebagai ATM asli

karena otoritas tidak akan membayar bunga dan juga tidak akan membayar kembali dana tersebut.

Wang mengatakan pihak otoritas harus segera menghentikan pajak khusus

dan membayar kembali semua uang yang dikumpulkan, kepada rakyat Tiongkok.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.