Fokus

Bukan Hanya Perawat, Staff Rumah Duka juga Semakin Banyak yang Dikirim ke Wuhan Terkait Virus Korona

Situasi di titik pusat wabah virus korona, tampaknya menjadi semakin buruk. Dengan semakin banyak orang yang terinfeksi, rumah sakit-rumah sakit lain juga sedang mengirimkan staf ke Wuhan untuk membantu.

Namun kini sudah bukan sekedar rumah sakit yang mengirim bantuan, kini, sedikitnya 3 rumah duka telah mengirimkan beberapa kelompok petugas kesana. Gambar ini menunjukkan 14 orang dari sebuah rumah duka di Barat Daya Tiongkok, yang akan berangkat ke Wuhan. Spanduknya bertuliskan: “TIM PENDUKUNG LAYANAN PEMAKAMAN DARI CHONGQING UNTUK PROVINSI HUBEI.” Wuhan adalah ibu kota provinsi Hubei.

Warganet mengatakan bahwa sulit untuk memikirkan perihal mengapa lebih banyak staf pemakaman yang dibutuhkan. Satu warganet menulis di Twitter: “Mereka tidak bisa mengikuti kecepatan kremasi.” Banyak yang berspekulasi bahwa angka kematian yang sesungguhnya sangat jauh melebihi angka yang diumumkan resmi. Dua rumah duka lain, juga mengirimkan para pekerja ke Wuhan untuk membantu.

Dua hari setelah orang-orang kembali bekerja di Tiongkok setelah libur Tahun Baru Imlek. Seorang karyawan pabrik ditemukan telah terinfeksi virus korona. Pabrik ini berlokasi di sebuah kota, di sebelah Barat kota Shanghai. Lebih dari 200 orang karyawan pabrik itu, harus dikarantina. Video dari Twitter ini, menunjukkan para karyawan, sedang berbaris menunggu di luar, membawa selimut mereka sendiri, menunggu untuk dikarantina.

Perintah terbaru dari rejim Tiongkok adalah untuk meluncurkan perang terakhir terhadap wabah virus korona. Seorang pejabat senior dari komite politik Tiongkok pergi ke Hubei untuk mengeluarkan perintah atas nama pemimpin Tiongkok, Xi Jinping. Itu adalah sebuah perintah mutlak, yang artinya Anda harus mengikutinya secara penuh, atau mati saat mencoba melakukannya. Yaitu untuk menyediakan 100.000 ranjang rumah sakit pada tanggal 20 Februari. Sejak 10 Februari, sedikitnya 18 ribu orang staf medis dari wilayah lain di Tiongkok telah tiba di Wuhan untuk membantu.

Pada saat yang sama ada sebuah pencarian pada postingan postingan di media sosial, di Tiongkok daratan, yang meminta bantuan. Pada pagi hari tanggal 12 Februari, ada lebih dari 200 postingan di media sosial, hanya dalam 4 jam, dari Wuhan yang meminta bantuan. Situasi di sana, tampak putus asa.

Banyak staf rumah sakit di Wuhan, yang juga telah meninggal karena terinfeksi virus. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah ini benar-benar adalah perang terakhir terhadap virus korona, yang dilancarkan otoritas Tiongkok? Jika sumber daya di seluruh Tiongkok digunakan di Wuhan untuk melawan virus ini sekarang, namun para ahli mengatakan bahwa wabah virus ini belum mencapai puncaknya. Apa yang akan terjadi ketika sumber daya mulai habis, namun virusnya belum dikalahkan? Saat itu, apa yang akan digunakan untuk melawan virus tersebut?

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi virus korona baru dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.