Fokus

Bus Jatuh ke Sungai Saat Banjir di Tiongkok, 13 Orang Tewas

Tiga belas tewas dan satu hilang setelah kecelakaan bus di Tiongkok, itu menurut outlet media lokal.

Sebuah bus yang membawa 55 orang jatuh ke sungai pada Senin di provinsi Hebei, Tiongkok.

Hujan deras di daerah itu, ditambah luapan yang dikeluarkan dari waduk terdekat, menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Video online dari tempat kejadian menunjukkan penumpang berdiri di atas bus yang terendam, menunggu penyelamatan.

Banyak dari mereka sedang dalam perjalanan ke tempat kerja.

Kecelakaan itu terjadi di sebuah jembatan, di atas Sungai Hutuo di Hebei.

Ketinggian air sungai telah meningkat secara dramatis, setelah curah hujan yang hampir konstan dalam beberapa hari terakhir.

Saat bus mencoba menyeberang, jembatan sudah setengah terendam air.

Selain itu, jembatan tersebut tidak memiliki pagar pengaman.

Penduduk setempat mengatakan kepada media Tiongkok, bahwa jembatan itu pada dasarnya adalah bagian dari jalan standar yang melayang di atas sungai.

Biasanya, air sungai mengalir di bawahnya, tapi dengan sungai yang setengah menenggelamkan jalan, menjadi sulit untuk melihat, di mana sisi jalan berakhir dan sungai dimulai.

Insiden ini mendapat banyak perhatian di media sosial Tiongkok.

Tagar “Bus komuter yang membawa 51 orang jatuh ke sungai di Hebei” telah dilihat lebih dari 700 ribu kali di platform microblogging, Weibo.

Hebei bukan satu-satunya bagian Tiongkok yang menghadapi banjir.

Di provinsi Shanxi, waduk juga mengeluarkan luapan, dipicu oleh hujan lebat.

Saat ini, sekitar 1,75 juta orang di hampir 80 kabupaten dan 11 kota di provinsi itu, telah terdampak.

Di beberapa daerah, banjir sangat parah hingga seluruh desa harus dievakuasi.

Seorang penduduk dari salah satu desa itu mengatakan kepada The Epoch Times bahwa otoritas tidak memberikan peringatan sebelumnya, sebelum melepaskan air dari waduk setempat.

Banjir dilaporkan masuk ke desa pada malam hari, dan warga tidak bisa menghentikannya.

Banyak yang tidak punya pilihan selain meninggalkan rumah mereka, dengan hanya pakaian di punggung mereka.

Mereka yang mengungsi kini mencari perlindungan di desa dan kabupaten tetangga yang tidak mengalami kerusakan akibat banjir.

Video online menunjukkan banyak dari mereka yang mengungsi adalah warga lansia.

Seorang penduduk menjelaskan bahwa penduduk setempat mengurus sendiri dan tanpa bantuan, dari mencoba menghalangi air banjir masuk ke desa, hingga menangani evakuasi yang diperlukan.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI