AS tengah berduka atas tewasnya seorang figur, Charlie Kirk, akibat dibunuh. Kirk adalah pendiri sekaligus presiden Turning Point USA. Kirk dikenal luas di kalangan muda mudi AS berkat upayanya mempromosikan nilai-nilai tradisional Amerika, dimana ia berfokus di banyak kampus perguruan tinggi dan mendorong para siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan dan kebebasan berpendapat. Banyak yang melihat pembunuhan ini tidak hanya menargetkan Kirk, namun juga nilai-nilai penting yang ia perjuangkan termasuk hak-hak fundamental dan kebebasan berbicara. Dalam beberapa kesempatan, Kirk juga memperingatkan tentang meningkatnya pengaruh Partai Komunis China, yang dianggap ancaman terbesar bagi lingkungan dan cara hidup warga AS. Berikut beberapa pernyataannya tentang PKC.
Mereka yang lari dari negara komunis membandingkan budaya woke dan cancel di AS mirip dengan apa yang mereka alami di negara asalnya dan mereka melihat itu sebagai contoh infiltrasi komunisme di AS. September lalu, Kirk mewawancarai Xi Van Fleet, warga AS yang melarikan diri dari China.
[Xi Van Fleet, Penyintas Revolusi Kebudayaan Mao Zedong] :
“Sosialisme sudah ada di sini dan Itu semakin parah. Saat ini, komunis sedang mengambil alih. Dan saya tidak percaya, 36 tahun lalu saat saya meninggalkan China, saya kira saya sudah lepas dari komunisme. Saya mengira saya sudah bebas dan bahwa kebebasan akan selalu ada di sini. Ternyata saya salah”
Kirk juga menyoroti tiga kunci utama dari revolusi komunis China. Dia menulis, “Para penguasa menggunakan tiga langkah. Menjanjikan sesuatu yang gratis, gunakan senjata, sensor pendapat yang berbeda. Terdengar akrab? Komunisme sedang mengetuk pintu Amerika. Kita tidak boleh membiarkannya masuk.”
Salah satu indikasi bahwa jejak sosialisme sudah ada di AS adalah calon walikota NY, Zoran Mamani yang mengkampanyekan transportasi umum gratis, penitipan anak gratis, bahkan toko bahan pangan yang dikelola pemerintah kota. Menurut teori, sosialisme adalah tahapan pertama menuju komunisme. Charlie Kirk menyoroti bagaimana Partai Komunis China berusaha mempengaruhi para politisi AS.
Satu postingan Kirk di X menyebut nama cawapres partai Demokrat 2024 Tim Walls dan Anggota Kongres Eric Swalwell. Kirk menulis, “Ada apa dengan Demokrat Tim Walls dan Eric Swalwell yang menjalin hubungan skandal dengan wanita yang punya koneksi dengan Partai Komunis China?”
Eric Swalwell menjalin hubungan dengan Christine Fang, yang diduga adalah mata-mata China. Sebelumnya Fang pernah menjalin hubungan dengan beberapa politisi California yang dianggap pemerintah China sebagai orang dengan masa depan politik yang menjanjikan. Tim Walls dikabarkan menjalin hubungan dengan Jenna Wong, putri seorang pejabat komunis tingkat atas saat menjadi pengajar di China. Sebuah postingan Kirk lainnya juga menyebut bahwa Hakim Angel Kelly berpartisipasi dalam program pertukaran yudisial dengan Komunis China.
Barang murah asal China ada di mana-mana, apa taruhannya? Kirk mengutip perkataan menlu AS Marco Rubio, bahwa China sedang mengendalikan bagian penting dari kehidupan warga AS.
[Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS]:
“Segalanya mulai dari obat tekanan darah yang kita minum hingga film apa yang kita tonton dan segala sesuatunya, kita akan bergantung pada China. Mereka telah datang untuk mendominasi pasokan industri mineral penting di seluruh dunia.”
Di tengah konflik dagang AS-China, larangan ekspor tanah jarang oleh Beijing menyoroti risiko jika mengandalkan China pada komponen penting. China juga menimbun masker medis saat pandemi COVID 19.
Charlie Kirk, sosok yang dekat dengan Trump, berperan penting dalam membantu Trump memenangkan pemilu 2024. Dia kerap membagikan pandangan tentang kebijakan Trump, terutama ancaman terbesar, Partai Komunis China membanjiri AS dengan fentanil.
[Donald Trump, Presiden AS] :
“Kita telah kehilangan jutaan jiwa akibat fentanil. Itu sebagian besar berasal dari China yang dikirim melalui Meksiko dan Kanada.”
Partai Komunis China melihat Amerika sebagai musuh nomor satu. Itu bukan hal baru dan selalu demikian. Melalui Belt and Road Initiative, Beijing memperluas pengaruhnya, bahkan hingga keluar Amerika seperti Panama. Terusan Panama telah lama berada di bawah kendali sebuah perusahaan Hong Kong, yang sangat dipengaruhi PKC.
Kirk mengutip peringatan Menteri Perang AS kepada generasi muda akan keseriusan ancaman.
[Pete Hegseth, Menteri Perang AS]:
“Saya ingin mempertegas, China tidak membangun kanal ini. China tidak mengoperasikan kanal ini. Dan China tidak akan mempersenjatai kanal ini. Bersama-sama, kita akan mengambil kembali Terusan Panama dari pengaruh China.”
Pada 2022, kepada NTD, Kirk berkata, Komunis China adalah musuh nomor satu Amerika.
[Charlie Kirk, Pendiri Turning Point USA] :
“Partai Komunis China adalah musuh terbesar Amerika. Titik. Fokus saya adalah pada teror dibawah kendali rezim Xi Jinping, bukan Vladimir Putin.”
Di satu postingan di X tahun ini, Kirk berkata pemerintahan Trump tengah memimpin dunia melawan komunis China.
Ia menulis, “Dunia sedang menunggu Amerika memimpin melawan China. Mereka telah siap dan bersedia untuk bersatu melawan PKC. Presiden Trump akhirnya membawa kepemimpinan itu ke panggung dunia. Setiap langkah yang dibuat hingga saat ini pada akhirnya menargetkan China.”
