China bereaksi keras atas pengiriman logam tanah jarang oleh Pakistan ke AS awal bulan ini sebagai bagian dari program kemitraan baru. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan adanya kemungkinan perpecahan aliansi antara China dan Pakistan.
Awal bulan ini, Pakistan sukses mengirimkan batch pertama komponen tanah jarang ke perusahaan AS Strategic Metals yang berlokasi di Missouri.
Negara itu dilaporkan menguasai cadangan mineral tanah jarang senilai $6 triliun dolar yang sangat diminati AS. Kesepakatan ini dipandang sebagai upaya kunci AS guna mengamankan mineral penting yang dibutuhkan dalam pembuatan peralatan canggih dan teknologi pertahanan.
Pada hari Kamis, juru bicara Kementerian Luar Negeri China membantah bahwa tindakan Pakistan dapat mengancam kepentingan Beijing. Kontrol ekspor tanah jarang China akan berlaku pada 8 November, mempertajam ketegangan hubungan dagang dengan Washington.
Saat ini China mendominasi pasar tanah jarang, menguasai lebih dari 60% produksi global. Pakar menduga China berencana memainkan aturan baru tersebut sebagai daya tawar jelang pertemuan Trump-Xi mendatang.
