Site icon NTD Indonesia

China Bereaksi Atas Rencana Tarif Tambahan AS 7,5%

Pembicaraan mendatang antara AS dan China diperkirakan sulit. Bloomberg melaporkan rencana pemerintahan Trump menambah tarif baru atas produk China dan China mengingatkan akan mengambil tindakan balasan jika kebijakan tersebut terealisasi.

Kementerian Perdagangan China menyatakan mengecam keras potensi bea tersebut dan akan memantau tindakan AS sebelum memutuskan tindakan balasan.

Peringatan ini muncul setelah Bloomberg melaporkan rencana AS mempertimbangkan tarif tambahan sebesar 7,5% atas produk impor China. Laporan tersebut menyebutkan bahwa tarif pasti belum difinalisasi dan masih bisa berubah.

Tarif ini dipicu dari investigasi terhadap kelebihan kapasitas manufaktur di China dan negara-negara lainnya. Pejabat AS menyatakan bahwa produksi berlebih dapat berujung pada ekspor murah, merugikan produsen AS, serta membebani perdagangan AS.

Investigasi itu dilakukan pada Maret di bawah Undang-Undang perdagangan pasal 301 yang mengizinkan AS untuk mengenakan tarif atas tindakan yang dianggap merugikan perdagangan AS.

Langkah ini berpotensi memperunyam gencatan dagang kedua negara menjelang pertemuan antara Trump dan Xi Jinping di Gedung Putih bulan depan.