Fokus

China dan Rusia Blokir PBB Sahkan Resolusi Pengamanan Selat Hormuz

Di Timur Tengah, Israel melanjutkan Operasi Singa Mengaum ke rezim Iran. Sementara Iran terus melancarkan serangan ke negara-negara di seluruh kawasan, dan masih memblokir Selat Hormuz. Pada hari Selasa PBB gagal mengesahkan resolusi yang mendesak negara-negara mengamankan Selat Hormuz. China dan Rusia memveto draft Dewan Keamanan.

Mayoritas Dewan Keamanan PBB memberi suara mendukung, tetapi dengan veto dari China dan Rusia, resolusi gagal disahkan. Pakistan dan Kolombia abstain. Resolusi mendorong negara-negara mengoordinasikan upaya pertahanan untuk memastikan keselamatan navigasi di Selat Hormuz. Ini mencakup potensi penggunaan pengawal bagi kapal dagang, dan tindakan lain untuk mencegah penghalangan jalur air.

Presiden bergilir Dewan Keamanan PBB saat ini dipegang oleh Bahrain, yang juga telah diserang oleh Iran sejak awal perang. Bahrain adalah mitra AS di kawasan Teluk dan bergantung pada Selat Hormuz untuk mengekspor minyak dan gasnya.

Mencapai kesepakatan di Dewan Keamanan PBB sulit karena kelima anggota tetapnya, AS, Inggris, Prancis, China, dan Rusia, memiliki hak veto dan semuanya mewakili ideologi yang berbeda. Satu veto saja dapat memblokir resolusi.