Site icon NTD Indonesia

China Kerahkan Kapal dalam Operasi Khusus di Timur Taiwan

Ketegangan di Selat Taiwan kembali memuncak setelah armada kapal China memasuki wilayah Taiwan dan mengklaim bahwa Taiwan dan China berada di bawah yuridiksi “Satu China”. Otoritas Pantai Taiwan melawan dan meminta kapal China untuk berputar balik dan berkata bahwa pihak China telah melanggar hukum internasional karena memasuki wilayahnya tanpa izin.

Beijing berdalih bahwa pengerahan armadanya merupakan respons atas rencana Jepang dan Filipina Kedua negara itu telah sepakat untuk menyelesaikan batas Zona Ekonomi Eksklusif mereka, kawasan yang berjarak 200 mil dari lepas pantai, di mana negara memiliki hak eksklusif untuk melakukan aktivitas ekonomi.

Secara signifikan, Zona Ekonomi Eksklusif Jepang dan Filipina saling tumpang tindih di wilayah timur Taiwan. Pakar Jepang menilai negosiasi ZEE tersebut sengaja dilakukan untuk mengamankan wilayah strategis dari pengaruh Beijing. Jika konflik Taiwan pecah, jalur laut di timur pulau tersebut akan menjadi rute pasokan utama bagi militer Amerika Serikat dan Jepang. Taiwan menuduh China menggunakan momentum negosiasi Jepang-Filipina untuk memicu ketegangan baru. Sepanjang bulan ini, Beijing intens mengirimkan kapal patroli dan riset ke dekat Taiwan. Selain di lepas pantai timur, konfrontasi antara kapal penjaga pantai kedua negara juga sempat terjadi di dekat Pulau Pratas, wilayah di Laut China Selatan yang saat ini dikendalikan oleh Taiwan.