China mengklaim pertumbuhan ekonomi sebesar 5% tahun lalu, angka resmi tersebut tepat sesuai target Beijing. Publikasi ini memicu keraguan akan kemungkinan China telah memanipulasi data ekonomi.
Data tersebut dirilis oleh media pemerintah. Angka ini terwujud di tengah tekanan ekonomi yang meningkat, termasuk lesunya sektor properti, lemahnya permintaan domestik serta konflik dagang berkepanjangan dengan AS.
Analis meragukan keakuratan angka tersebut. Rhodium Group, lembaga riset independen yang berpusat di AS memperkirakan pertumbuhan riil China berkisar 2.5 hingga 3%. Seorang pakar ekonom China bahkan memperkirakan angka yang lebih rendah.
Gao Shanwen, mantan kepala ekonom SDIC Securities, Hong Kong, mengatakan pertumbuhan aktual China kemungkinan sekitar 2%. Media Sina News China melaporkan bahwa Gao mengundurkan diri setelah mengeluarkan pernyataan tersebut.

