Site icon NTD Indonesia

China Kritik Kesepakatan Dagang A.S. – Inggris

Beijing mengkritik klausul perjanjian dagang AS-Inggris, yang dapat menyebabkan produk China dikecualikan dari rantai pasokan Inggris. Klausul itu adalah untuk melindungi kepentingan AS, dengan menegakkan standar keamanan ekonomi tinggi. NTD Malcolm Hudson melaporkan.

China mengkritik perjanjian dagang antara Amerika Serikat dan Inggris. Poin utama di sini adalah klausul yang dapat mendorong produk-produk China keluar dari rantai pasokan Inggris dan mencegahnya memasuki Amerika.

Ditandatangani minggu lalu, perjanjian dagang AS-Inggris mencakup persyaratan keamanan ketat untuk industri baja dan farmasi Inggris, yang berarti barang-barang ini tidak boleh diekspor dari Inggris ke Amerika jika awalnya berasal dari China. Ini mencegah Inggris menjadi pintu belakang demi menghindari tindakan perdagangan dan keamanan Amerika.

Klausul itu berupaya melindungi kepentingan nasional AS. Klausul juga dapat memblokir pengambilalihan perusahaan-perusahaan Inggris oleh China. Pabrik baja terakhir yang tersisa di Inggris, British Steel, dibeli oleh perusahaan investasi China Jingye pada 2020. Namun bulan lalu, pemerintah Inggris turun tangan setelah Jingye mencoba menutup pabrik baja itu. Jika ini terjadi Inggris akan menjadi satu-satunya negara maju di Eropa yang tidak dapat membuat baja sendiri dan akan bergantung pada impor seluruhnya. Beijing menentang klausul perjanjian perdagangan ini, karena merugikan China. Dikatakan, klausul seperti ini akan membuat negara-negara lain mengecualikan produk China.

Malcolm Hudson, NTD News, London.