Site icon NTD Indonesia

China Marah Atas Laporan Rencana Pembatasan Chip oleh AS

Beijing marah atas laporan bahwa pemerintahan Trump berencana untuk mengetatkan pembatasan semikonduktor lebih jauh pada China. Seorang jubir Mentri Luar Negeri China menuduh AS memaksa negara-negara lain untuk menargetkan industri semikonduktor China.

Ini terjadi setelah Bloomberg melaporkan bahwa para pejabat AS baru-baru ini bertemu dengan partner Jepang dan Belandanya. Pembicaraan berfokus pada membatasi para insinyur di Tokyo Electron dan ASML memelihara peralatan semikonduktor di China. Kedua perusahaan ini adalah salah satu dari pembuat peralatan semikonduktor terbesar di dunia. Tanpa peralatan mereka, memproduksi semikonduktor canggih akan menjadi sangat sulit. ASML adalah satu-satunya perusahaan di dunia yang membuat mesin litografi ultraviolet ekstrim, yang penting dalam proses pembuatan chip. Tokyo Electron juga adalah pemain utama di industri ini.

Kembali ke laporan Bloomberg, laporan berkata tujuan utama Washington adalah mencegah China mengembangkan industri semikonduktor mereka, yang dapat memperkuat kemampuan militernya. Semikonduktor adalah titik penting kompetisi AS-China. Alat mungil ini merupakan basis dari teknologi lain, termasuk di bidang-bidang canggih seperti AI dan komputer quantum. Microchip juga mendukung kehidupan modern kita, mulai dari iPhone hingga mobil, peralatan militer dan bahkan misil. Laporan juga menyinggung bahwa beberapa pejabat Trump bertujuan untuk membatasi beberapa tipe chip Nvidia yang dapat diekspor ke China tanpa izin. Chip AI Nvidia sangat dicari, terutama oleh militer China.