Fokus

China Meningkatkan Cadangan Minyak dan Emas

Meningkatkan cadangan emas, menimbun impor minyak, dan memulai latihan besar-besaran.

Serangkaian tindakan dari China menimbulkan pertanyaan, termasuk yang terbesar, apakah Beijing sedang bersiap untuk menyerang Taiwan?

China baru saja menyelesaikan latihan besar-besaran mengelilingi Taiwan minggu lalu, tiga hari setelah presiden baru pulau itu dilantik.

Komandan Indo-pasifik AS mengatakan pada hari Rabu, bahwa latihan China tersebut tampak seperti latihan untuk sebuah invasi.

Dia menambahkan bahwa memantau latihan dan mempelajarinya, akan membantu pasukan AS bersiap untuk masa depan.

Partai Komunis China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya meskipun tidak pernah memerintah pulau tersebut.

Seorang pakar militer China mengatakan bahwa latihan baru-baru ini, ditujukan untuk memutus koneksi Taiwan dengan dunia luar.

Pakar itu menggambarkan Taiwan sebagai sebuah pulau terpencil, mencatat bahwa perekonomiannya bergantung pada ekspor, dan bahwa Taiwan mendapatkan pasokan energinya melalui Impor.

Dia menunjuk bahwa jika China memutus jalur perdagangan, perekonomian Taiwan bisa runtuh.

Selain itu, Pemimpin China, Xi Jinping, saat memeriksa Universitas Kedokteran militer di China bulan lalu, meminta mahasiswa dan staf militer di sana untuk fokus pada medan perang.

Tiga bulan setelah tahun 2024, Bank Sentral China menyandang predikat pembeli emas terbesar di dunia.

Negara ini telah meningkatkan cadangan emasnya selama lebih dari setahun.

Pada tahun 2023, China menambahkan lebih dari 200 ton emas ke dalam cadangannya, sebuah peningkatan terbesar sejak tahun 1977.

China juga meningkatkan stok minyak mentahnya dalam 2 bulan pertama di tahun 2024.

Negara ini menambahkan lebih dari setengah juta barel per hari ke cadangan strategisnya.

China juga telah melakukan beberapa langkah jangka Panjang, pada tahun 2022 China memerintahkan perombakan kepemimpinan.

Sekarang 60% dari kepemimpinan anggota kabinet memiliki pengalaman yang berhubungan dengan Taiwan.

China juga telah mengurangi porsi obligasi AS-nya, dari lebih dari 1 triliun dolar pada tahun 2018, menjadi sekitar 800 miliar pada tahun ini.

Penurunan sebesar 25% ini dapat mempersulit AS untuk menyita cadangan devisa China selama masa perang, itu menurut opini dari mantan direktur untuk intelijen komando Indo Pasifik.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI