Mahkamah Agung Panama telah membatalkan kontrak beberapa dekade yang memungkinkan China untuk mengendalikan pelabuhan-pelabuhan utamanya. Putusan itu memicu pembalasan dari China hari Rabu, menambah ketegangan geopolitik di jalur pelayaran terpenting dunia tersebut. CK Hutchison Hong Kong berkata pihaknya berupaya membantah putusan dan memperingatkan ini dapat memiliki konsekuensi ekonomi besar.
CK Hutchison berkata pihaknya sedang mencari ganti rugi besar setelah Panama mengakhiri perjanjiannya untuk mengoperasikan pelabuhan Balboa. Sementara, otoritas Panama mulai inspeksi di pelabuhan, memerintahkan perusahaan memberikan akses penuh ke properti, data dan staf. Pejabat China menyebut putusan itu tidak masuk akal. Mereka memperingatkan Panama akan menghadapi konsekuensi politik dan ekonomi serius.
Presiden Panama berkata negara itu menegaskan kedaulatannya. Mereka juga sedang dalam pembicaraan dengan APM Terminals yang berbasis di Denmark untuk menjaga pelabuhan tetap beroperasi seraya mempersiapkan proses penawaran publik baru.
Terusan Panama menangani sekitar 40% lalu lintas kargo maritim AS dan sekitar 5% perdagangan global, hingga kendali atas pelabuhan terdekat sangat penting. Para analis memperingatkan kendali China di sekitar terusan dapat mengancam keamanan nasional AS, mengganggu perdagangan dan akses militer selama konflik.
Tahun lalu, Presiden Trump berkata China tidak seharusnya mengendalikan terusan tersebut, menambahkan bahwa AS telah menyerahkannya kepada Panama dan sekarang menginginkannya kembali. Putusan Panama adalah kemenangan besar bagi AS, untuk memisahkan pengaruh China dari belahan barat.
Perkembangan Terusan Panama adalah satu dari pergeseran geopolitik lebih besar di Amerika Latin. Hanya dalam bulan pertama tahun ini, pengaruh China di beberapa bagian wilayah itu telah menghadapi tekanan baru.
Negara-negara mempertimbangkan kembali kesepakatan militer, kemitraan ekonomi, dan aliansi strategis mereka di tengah ketegangan AS-China. Keputusan Panama untuk mengakhiri kontrak pelabuhan terkait dngan China adalah salah satu pukulan terbesar bagi China sejauh ini.
Negara lain seperti Argentina melanjutkan kesepakatan membeli jet tempur AS, alih-alih alternatif buatan China. Sementara, Peru mengisyaratkan minat menjalin hubungan pertahanan lebih dekat dengan Washington.
Pergeseran ekonomi juga sedang berlangsung. Beberapa negara beralih ke lembaga keuangan Barat yang didukung dolar AS. Negara-negara Amerika Latin juga mempertimbangkan kembali kesepakatan utang jangka panjang dari Inisiatif Belt and Road China. China menggunakan hal ini untuk mendapatkan pengaruh di negara-negara berkembang dengan mendanai proyek-proyek infrastruktur utama. Saat mereka tidak mampu membayar kembali pinjaman besar tersebut, China mengambil alih aset-aset strategis ini, termasuk pelabuhan dan infrastruktur energi.

