Site icon NTD Indonesia

Daging Sapi AS Menghilang dari Menu Restoran Beijing

Daging sapi AS adalah salah satu dari ribuan produk yang menjadi korban dari perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia. Dan di banyak restoran di Beijing, bahkan di restoran steak bergaya Amerika, mereka beralih ke daging sapi Australia.

Perang dagang AS-China berarti daging sapi Amerika, bintang menu di restoran steak bergaya Texas ini di Beijing, akan segera hilang dari meja. Daging sapi AS adalah pilihan yang terlalu mahal setelah tarif 125% Beijing, selain tarif 22% saat ini. Mulai bulan Mei, pelanggan di Home Plate BBQ akan makan iga, brisket, dan sosis sapi, masih dihidangkan bergaya Amerika, tetapi akan berasal dari Australia.

Direktur operasi Charles de Paulette berkata peralihan daging sapi AS ke Australia ini masih 40% lebih murah dibandingkan terus membeli daging sapi Amerika.

[Charles de Paulette, Direktur Operasi Home Plate BBQ]:

“Saat kami kehabisan stok, kami akan beralih sepenuhnya ke Australia M5. Kami senang akan pilihan ini, karena kami pikir rasa dan kualitasnya tetap sama. Kami harus beralih karena tekanan pasar dan tarif. Stok di China menipis, dan harga melangit.”

Daging babi juga sama. Ia berkata daging iga akan segera diimpor dari Kanada. Bahkan sebelum perang dagang, daging sapi Amerika sudah mahal, sebagian karena kekurangan yang disebabkan oleh cuaca kering bertahun-tahun. Harga yang tinggi sudah cukup sulit diterima oleh konsumen China yang ekonominya melemah.

Mahasiswa lokal Yan berkata ia makan daging sapi impor sekali tiap beberapa bulan karena rasanya yang enak, jadi ia tidak keberatan mengeluarkan uang banyak sesekali untuk menikmatinya. Ia juga berkata rasa yang enak itu tidak hanya berasal dari daging sapi Amerika, dan tidak keberatan mencoba daging sapi negara lain.

Yang terjadi di Home Plate BBQ juga terjadi di restoran-restoran lain di Beijing, menurut pemasok daging sapi di kota itu yang berbicara anonim karena kesensitifan masalah tarif.

Walau daging sapi AS senilai 125 juta dolar yang dikirim ke China setiap bulan adalah sebagian kecil dari impor dari AS ke China, keabsenannya dari meja restoran di China adalah pertanda dari apa yang akan terjadi dengan produk-produk lain.

Tian Chengxu, ahli ekonomi senior di Unit Intelijen Ekonomis, berkata China sepertinya menurunkan ketergantungannya pada ekspor AS.

[Tian Chengxu, Ahli Ekonomi Senior Unit Intelijen Ekonomis]:

“Sepertinya ada lapisan lain, dimana China secara sengaja menyakiti AS di sektor pertanian, yang berarti, petani AS akan sangat sulit mendapatkan pengecualian dari China. Saya pikir perdagangan daging sapi pada akhirnya akan ditutup. Importir China dan eksportir AS harus mencari sesuatu yang lain, pasar alternatif.”

Ia memperkirakan bahwa 80% dari perdagangan AS dan China akan terkena dampak dari tarif kedua negara. Dan ia berkata itu hanya akan memperdalam pemisahan antara AS dan China dalam hal perdagangan.