Dampak banjir masih menghantui warga Beijing. Bencana baru-baru ini menunjukkan bagaimana distrik-distrik pedesaan di sekitar ibukota masih belum siap menghadapi banjir.
Rumah Ma Guixi yang berumur 64 tahun hancur akibat banjir yang melanda Tiongkok utara bulan lalu. Distrik Huairou dan Miyun yang bertetangga di pinggiran Beijing dilanda banjir terparah sejak 2012. Seluruh desa terendam lumpur dan 44 orang tewas.
Ma berkata ia belum pernah mengalami ini sebelumnya dan ia masih ketakutan. Saat banjir melanda, tidak ada internet dan ia tidak bisa menghubungi anak-anaknya.
Beijing yang terletak di daerah yang kering di Tiongkok, mengalami lonjakan curah hujan sebesar 75% dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan Juni dan Juli. Sejak 2012, ibu kota Tiongkok tersebut telah mengalami tiga bencana yang para peramal cuaca katakan hanya akan terjadi sekali setiap 100 tahun.
Dalam banjir ini, peringatan curah hujan dari pihak berwenang datang terlambat bagi sebagian besar penduduk Huairou. Banyak yang sudah tertidur saat peringatan itu dikeluarkan. 31 lansia penghuni panti jompo di Miyun termasuk di antara para korban yang tewas. Mereka tidak diikutsertakan dalam rencana evakuasi dan terjebak dalam air yang naik.

