Fokus

Dampak Larangan Impor Batu Bara Australia, Bagi Tiongkok

Kapal batu bara Australia masih belum diizinkan melakukan bongkar muat di pelabuhan Tiongkok selama berbulan-bulan.

Ini mengikuti keputusan Tiongkok untuk melarang impor batu bara dari negara itu, sebuah langkah yang secara luas dianggap sebagai pembalasan.

Ini, setelah para pejabat Australia menuntut penyelidikan internasional terhadap asal-usul virus PKT.

Namun di tengah sanksi, importir dan penduduk Tiongkok sekarang harus menanggung akibatnya.

Surat kabar Australia “The Australian” melaporkan bahwa lebih dari 70 kapal kargo sedang menunggu di pelabuhan Tiongkok.

Mereka membawa total delapan juta ton batu bara Australia, senilai sekitar 800 juta Dolar AS.

Sepertiganya dapat digunakan untuk menghasilkan listrik.

Sumber industri mengatakan kepada surat kabar itu bahwa Tiongkok secara aktif membeli batu bara dari luar negeri.

Tapi larangan batu bara Australia mungkin akan melampaui bulan Maret.

Itu untuk menekan pemerintah Australia agar menghentikan sikap kerasnya terhadap Partai Komunis Tiongkok, atau PKT.

Tapi banyak importir Tiongkok yang sudah membayar batu bara di atas kapal.

Kini mereka harus memotong harga dan menjualnya kembali di negara lain.

Pada saat yang sama, pasar Tiongkok kekurangan pasokan batu bara.

Di beberapa daerah, listrik dan pemanas telah terputus dari waktu ke waktu selama musim dingin karena kekurangan batu bara.

Koran “Australian Financial Review” mengutip Rory Simington, kepala batubara Wood Mac untuk Asia.

Dia mengatakan permintaan batu bara Tiongkok melonjak 12% pada Desember lalu dibandingkan Desember 2019.

Hal ini disebabkan cuaca yang sangat dingin tahun ini.

Tiongkok adalah importir batu bara terbesar di dunia.

Dan pemasok utamanya adalah Australia.

Juni lalu, Tiongkok mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara dari Australia.

Ini 20 kali lebih tinggi dari jumlah di bulan Desember.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.