Sebuah pukulan berat bagi ambisi China di Asia Tenggara. Sebuah derek di Thailand runtuh dan menimpa kereta penumpang pada hari Rabu, menewaskan sedikitnya 32 orang. Derek itu berasal dari proyek kereta api cepat yang diprakarsai Beijing yang menghubungkan China dengan negara-negara Asia Tenggara. Proyek ini merupakan bagian dari Belt and Road Initiative atau BRI, rencana ambisius Beijing untuk mendominasi dunia.
Kecelakaan terjadi setelah sebuah derek konstruksi runtuh menimpa tiga gerbong di propinsi Nakhon, sekitar 140 mil timur laut Bangkok. Kereta diketahui sedang menempuh perjalanan dari ibu kota menuju Ubon Ratchathani saat derek itu jatuh dan menimpanya menyebabkan badan kereta ambruk dan terbakar seketika.
Otoritas mengatakan beberapa orang masih terjebak dalam reruntuhan, namun upaya penyelamatan terpaksa dihentikan setelah derek bergeser guna menghindari kemungkinan terburuk. Menteri transportasi Thailand berkata sebanyak 195 penumpang berada dalam kereta dan meminta penyelidikan penuh. Gambar yang diperoleh menunjukkan gerbong terbalik dan perjuangan petugas damkar melawan api.Pekerjaan jalan layang tersebut adalah rencana jalur kereta api cepat Thailand yang dibangun di atas jalur yang telah ada.
Jalur yang runtuh itu adalah bagian dari proyek kereta api cepat yang diprakarsai Beijing yang menghubungkan China dengan Asia Tenggara. Pekerjaan itu menyerap anggaran lebih dari $5 miliar dan merupakan proyek inisiatif BRI China. Amerika Serikat telah lama mengkritik BRI sebagai jebakan utang. Kecelakaan fatal pada proyek-proyek yang melibatkan perusahaan China juga menimbulkan kekhawatiran seputar keselamatan.
Menganggapi hal itu, jubir China mengatakan bahwa jalur yang runtuh itu sedang dibangun oleh perusahaan Thailand. Seorang pejabat Thailand berkata kontraktor proyek adalah Italian Thai Development sementara urusan desain dan pengawasan konstrusi dipegang oleh perusahaan China.

