Fokus

Dua Dosis Vaksin Made in China Setara Harga Satu Rumah: Propaganda Beijing

Rezim Tiongkok mengambil pendekatan baru terhadap kampanye propaganda terkait pandeminya.

Sebuah narasi baru telah membanjiri platform media sosial Tiongkok dalam beberapa hari terakhir.

Narasi itu mempromosikan klaim yang sangat dibesar-besarkan: bahwa dua dosis vaksin buatan Tiongkok setara dengan biaya rata-rata rumah di kota Tiongkok tingkat menengah.

Sejumlah akun pro-Beijing telah mengulangi gagasan itu.

Mengisyaratkan bahwa orang-orang Tiongkok harus berterima kasih kepada rezim, karena menawarkan vaksin “mahal” semacam itu secara gratis.

“Apakah Anda tahu? Vaksin yang Anda ambil cukup berharga untuk membeli rumah di kota tingkat ketiga…”

Skripnya berbeda-beda sedikit, namun dengan satu poin utama yang sama.

Bunyinya: “Apakah Anda tahu? Vaksin yang Anda ambil cukup berharga untuk membeli rumah di kota tingkat ketiga. Negara kita sangat hebat, dan sangat baik kepada kita.”

Dalam satu video propaganda, seorang wanita membuat klaim yang lebih dibesarkan.

Dia berkata bahwa di luar Tiongkok, dua dosis vaksin buatan Tiongkok berharga 120 ribu dolar (Rp 1,7 M).

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa di beberapa negara, seperti Australia, tusukan buatan Tiongkok dihargai lebih tinggi, dengan total 450 ribu dolar (Rp 6,4 M).

Video tersebut mencoba menunjukkan, harga yang mencerminkan popularitas vaksin buatan Tiongkok di luar negeri.

Tapi melihat data sumber luar, jumlah dolar ini sangat digelembungkan.

Biaya perumahan dapat sangat bervariasi di Tiongkok.

Beijing dikenal dengan biaya real estat yang meroket, namun di tingkat menengah, atau yang disebut kota lapis ketiga, harga rumah berkisar antara 20 ribu hingga 50 ribu dolar (Rp 285 – 714 juta).

Sebagai perbandingan, satu dosis vaksin Sinovac Biotech COVID-19 Tiongkok, harganya hanya di bawah 30 dolar (Rp 428 ribu), sementara dua dosis akan menghabiskan sekitar 60 dolar (Rp 857 ribu).

Pengguna internet menyerukan ketidaksesuaian yang jelas, di media sosial.

Di bawah sejumlah video propaganda Tiongkok yang diposting ke Twitter, komentar mengalir, salah satu dari mereka menyebut klaim itu “memalukan.”

Yang lain menunjukkan, propaganda rezim Komunis Tiongkok menjadi terlalu mudah untuk dibantah, dan mempertanyakan bagaimana bisa ada orang yang mempercayai klaimnya.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI