Fokus

Efektivitas Vaksin Tiongkok Dipertanyakan: Penelitian

Orang-orang di seluruh dunia telah divaksinasi terhadap COVID-19.

Tapi tidak semua dosis diciptakan setara.

Pertanyaan telah muncul seputar efektivitas vaksin buatan Tiongkok.

Dan penelitian terbaru dari para ahli Tiongkok menunjukkan vaksin negara itu, mungkin lebih merugikan daripada menguntungkan.

Jurnal akses terbuka Nature, Cell Discovery, menerbitkan penelitian pada akhir Oktober (26 Okt).

Penelitian itu dilakukan oleh sekelompok ahli dari Shanghai, Beijing, dan Wuhan.

Penelitian merekomendasikan bahwa orang dengan kondisi klinis yang sudah ada sebelumnya, harus sangat berhati-hati apakah mereka harus mendapatkan suntikan buatan Tiongkok.

Penelitian menemukan bahwa vaksinasi secara konsisten meniru infeksi dalam tubuh.

Dan bahwa selama percobaan penelitian, sukarelawan yang sehat mengalami serangkaian perubahan patologis di seluruh tubuh, termasuk penurunan kekebalan alami mereka.

NTD mewawancarai Sean Lin, seorang ahli mikrobiologi yang bekerja untuk tentara AS, untuk mendengar pendapatnya tentang penelitian tersebut.

Lin mengatakan penelitian itu membuatnya terkejut.

Untuk satu hal, fakta bahwa antibodi yang dihasilkan oleh vaksin menghilang dengan cepat.

Lin: “Setelah 90 hari, antibodi benar-benar hilang, yang pada dasarnya berarti masa perlindungan vaksin ini sangat singkat.”

Penelitian juga menunjukkan bahwa vaksin Tiongkok mengganggu keseimbangan kalium dan natrium pada tubuh.

Lin: “Untuk orang dengan tekanan darah tinggi, keseimbangan natrium dan kalium dalam tubuh sangat penting.”

Terlebih lagi, penelitian menunjukkan vaksin Tiongkok meningkatkan glukosa darah dan menurunkan fungsi ginjal, serta menyebabkan risiko pembekuan darah yang lebih tinggi.

Juga di antara temuan yang paling signifikan, dosis yang dibuat di Tiongkok tampaknya melemahkan kemampuan tubuh untuk merespon virus.

Terutama bagi mereka yang mengambil suntikan kedua, 28 hari setelah yang pertama.

Itu karena suntikan tersebut, sebagian besar mengurangi jenis sel imun tertentu.

Lin: “Ini menunjukkan, hal-hal tidak seperti yang diyakini orang-orang, bahwa seseorang akan segera menjadi super resisten terhadap virus setelah mengambil suntikan Tiongkok. Bukan seperti itu. Menurut penelitian ini, justru sebaliknya. Anda rentan sebelum suntikan kedua, sistem kekebalan Anda rapuh selama tahap ini.”

Sean berharap penelitian ini akan menjadi panggilan bangun bagi Tiongkok.

Itu terlepas dari 2 miliar dosis vaksin yang sudah diberikan di seluruh negeri.

Lin berkata, masih dipertanyakan berapa banyak perlindungan yang sebenarnya mereka datangkan.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI