Pertemuan antara eksekutif senior HSBC, Alan Thomas dan CFO Huawei Meng Wanzhou menjadi fokus di persidangan. Thomas bersaksi bahwa Meng telah membohonginya terkait hubungan antara Huawei dan Skycom.
AS menuduh Huawei memanfaatkan Skycom sebagai anak perusahaan guna menghindari sanksi dan memasok barang AS untuk Iran. Jaksa berkata Huawei berusaha menyembunyikan hubungan tersebut dengan mengklaim Skycom adalah mitra bisnis. Huawei membantah semua tuduhan.
Pada 2013, Reuters melaporkan bahwa Skycom mencoba menjual sejumlah peralatan AS ke Iran serta mengungkap keterkaitannya dengan Huawei. Kabar ini sontak memicu kekhawatiran HSBC, hingga kepala eksekutif HSBC, Thomas, menemui Meng Wanzhou di Hong Kong.
Thomas bersaksi bahwa Meng berani menjamin bahwa Skycom hanyalah mitra bisnis Huawei, bukan anak perusahaan. Meng mengklaim saham kepemilikan Huawei atas Skycom telah dijual ke pihak ketiga.
Namun, AS membeberkan bukti bahwa pihak ketiga yang dimaksud sebenarnya dikendalikan Huawei, diperkuat kesaksian mantan karyawan Skycom yang mengakui Huawei sebagai bos aslinya di Iran.
Usai pertemuan dengan Meng, Thomas menyatakan merasa lega karena Huawei telah memberikan informasi yang transparan dan tak mengira seorang CFO klien besar berani berbohong.
Jaksa berkata bahwa setelah informasi yang diberikan Meng, HSBC melanjutkan hubungannya dengan Huawei hingga memfasilitasi layanan perbankan bagi bisnis Huawei di Iran yang jelas melanggar sanksi AS.
Beberapa tahun kemudian, Meng mengaku sengaja memberikan pernyataan palsu kepada HSBC sebagai bentuk kesepakatan dengan jaksa agar tuduhan terhadapnya dibatalkan.
