Sekarang beralih ke kendaraan listrik China. Masalah keamanan publik berkembang, dimana EV buatan produsen China Xiaomi terbakar, tak hanya sekali tetapi dua kali dalam satu hari. Kebakaran menambah kekuatiran tentang keamanan baterai dalam kendaraan EV China.
Mobil listrik buatan Xiaomi terbakar hari Senin. Perusahaan mengkonfirmasi insiden tersebut, berkata data baterai normal dan mereka tidak menemukan penyebab kebakaran. Xiaomi menambahkan api padam dengan cepat dan tidak ada korban. Ini bukan yang pertama kalinya. Tahun lalu, ada banyak laporan tentang EV China, termasuk Xiaomi, terbakar saat dikendarai atau bahkan saat diparkir. Dalam beberapa kasus, insiden berakibat fatal.
Saat kekhawatiran meningkat, para pembuat mobil bereksperimen dengan tindakan keamanan. September lalu, sebuah perusahaan China memperkenalkan sistem kontroversial untuk melontarkan baterai EV, yang diluncurkan hanya dalam satu detik.
Sistem menggunakan generator gas mirip airbag untuk melontarkan baterai keluar mobil. Langkah itu memicu reaksi publik. Para ahli dan warganet memperingatkan baterai yang terlontar bisa menjadi bahaya kebakaran bagi mobil lain, bangunan, atau bahkan manusia. Mereka berkata risikonya lebih parah jika terjadi di jalan tol atau dekat pom bensin. Kritikus menambahkan hal ini justru menciptakan bahaya baru dan tidak menyelesaikan masalah.

