Fokus

Filipina Kecam China Soal Catatan ‘Tak Sopan’

Satu momen canggung terjadi saat sebuah catatan seorang diplomat China diumbar di hadapan penonton dalam sebuah forum internasional.

Saat menghadiri forum pertahanan di Korea Selatan, Menteri Pertahanan Filipina Teodoro tengah berbicara di podium ketika seorang pria menghampirinya dan menyerahkan sepucuk kertas. Ia berkata catatan itu berasal dari pihak China dan kemudian mulai membacakannya. Isinya seputar sengketa wilayah antara kedua negara.

Filipina dan China telah lama bersengketa atas Laut China Selatan. Pada tahun 2013, Filipina mengajukan gugatan ke Mahkamah Arbitrase Permanen, menuduh China melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau UNCLOS. Pada tahun 2016, pengadilan memenangkan Filipina. Namun, China menolak putusan tersebut dan menyebutnya hanya sebagai selembar kertas belaka.

Berikut cuplikan saat Menteri Pertahanan Filipina Teodoro menerima catatan tersebut:

“Saya menerima catatan. Saya kira ini kiriman dari China. Anda seharusnya bergabung dengan… dan bolehkah saya membacakannya?

‘Posisi China dalam arbitrase Laut China Selatan sudah jelas, konsisten, dan tegas.’

Mereka tidak punya posisi.

‘Arbitrase ini melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional.’

Jadi maksud Anda, apa yang Anda tanda tangani, UNCLOS, melanggar hukum internasional. Itu yang Anda maksud.

‘Keputusan yang dinamakan penghargaan ini ilegal, batal, dan tidak berlaku.’

Begitu kata Anda.

‘Dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat…’

…karena Anda tidak ingin tunduk pada UNCLOS.

‘China tidak menerima maupun mengakui keputusan tersebut…’

…tentu saja, karena Anda kalah…

‘…dan menentangnya serta tidak akan pernah menerima klaim atau tindakan apa pun yang timbul darinya.’

Ini adalah kata-kata yang diselipkan untuk saya, Ada satu doktrin hukum yang disebut res ipsa loquitur: Fakta itu bicara sendiri. Bagaimana Anda bisa berurusan dengan suatu negara di forum internasional di luar pertanyaan yang diajukan kepada saya, tanpa menghormati penyelenggara forum? Bagaimana Anda berharap untuk berurusan dengannya secara beradab? Mungkin sopan santun dan etika dasar adalah apa yang diperlukan China saat ini. Terima kasih banyak.”

Menurut Teodore, ini bukan sekedar zona abu-abu. Ini adalah pemaksaan, perundungan, dan agresi nyata. Saya akan menyimpan kertas ini sebagai kenang-kenangan betapa frustrasinya China dan betapa tidak efektifnya posisi mereka di hadapan publik.”

slot gacor

situs slot gacor