Selasa lalu, Google mengumumkan bahwa Perusahaan akan mengaktifkan kembali beberapa kanal YouTube yang sebelumnya telah diblokir. Perusahaan mengakui bahwa pemerintahan Biden meminta mereka untuk menghapus konten berkaitan COVID-19.
Dalam surat kepada Komite Kehakiman DPR, pengacara Google berkata bahwa eks pejabat Gedung Putih berulang kali mendesak perusahaan agar menghapus konten yang sekalipun tidak melanggar kebijakan YouTube. Sebagian dari surat itu berbunyi, “Tidak dapat diterima dan salah bagi pemerintah mana pun, termasuk pemerintahan Biden, berupaya mendikte bagaimana perusahaan memoderasi konten.”
Ke depannya, pengacara Google mengatakan YouTube akan menghapus kebijakan yang membatasi konten terkait pandemi COVID-19 dan integritas pemilu. Kebijakan baru ini akan memengaruhi komentator terkenal seperti mantan wakil direktur FBI Dan Bonino serta pembawa acara War Room Steve Bannon.

