Fokus

Google Translate Mengubah Makna Cuitan Pompeo, dalam Bahasa Mandarin

Amerika Serikat mengumumkan sanksi pada hari Jumat terhadap enam pejabat Hong Kong.

Itu terjadi setelah penangkapan massal aktivis pro-demokrasi awal bulan ini.

Polisi Hong Kong menangkap 53 orang pada 5 Januari.

Itu menandai tindakan keras terbesar terhadap gerakan pro-demokrasi sejak Beijing memberlakukan undang-undang keamanan yang kontroversial di bekas koloni Inggris itu, tahun lalu.

Undang-undang tersebut secara luas dianggap sebagai cara rezim Tiongkok untuk membatasi kebebasan di Hong Kong.

13 mantan anggota parlemen, seorang pengacara Amerika dan seorang mantan profesor hukum termasuk di antara mereka yang ditangkap.

Mereka kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Mereka yang terkena sanksi AS, termasuk wakil ketua Central Leading Group Beijing untuk Urusan Hong Kong dan Makau, dan wakil direktur kantor keamanan nasional Hong Kong.

Tiga petugas polisi Hong Kong juga disebutkan.

Dan seorang delegasi Hong Kong untuk Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional PKT, juga terkena sanksi.

Sanksi tersebut akan membekukan aset AS mereka.

Pemerintahan Trump telah menjatuhkan sanksi kepada para pejabat Tiongkok atas tindakan keras yang terjadi di Hong Kong tahun lalu.

Pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menanggapi, mengatakan para pejabat AS yang terlibat dalam apa yang mereka sebut “perilaku buruk” terkait Hong Kong dan Taiwan, akan menghadapi sanksi.

Juru bicara tersebut merujuk pada sanksi AS terhadap para pejabat Hong Kong, dan keputusan pemerintahan Trump baru-baru ini untuk mencabut pembatasan pertukaran antara pejabat AS dan Taiwan.

Kepala keamanan Hong Kong mengatakan pemantauan komunikasi oleh polisi dapat berlaku dalam undang-undang keamanan nasional kota tersebut.

Itu akan memberi petugas, kekuatan pengawasan yang lebih luas.

Kepala Keamanan, John Lee mengatakan polisi Hong Kong akan mengikuti pengawasan dari Komite Pengamanan Keamanan Nasional.

Dia memberikan sedikit detail spesifik.

Tapi mengatakan operasi tidak akan mengikuti aturan yang ada, di mana petugas membutuhkan persetujuan sebelumnya.

Beijing memberlakukan hukum keamanan nasional di Hong Kong pada bulan Juni.

Pemerintah Barat dan kelompok hak asasi manusia telah menyuarakan keprihatinan bahwa undang-undang tersebut digunakan untuk menghancurkan perbedaan pendapat dan kebebasan.

Sekitar 100 orang telah ditangkap berdasarkan hukum tersebut sejauh ini.

Beberapa aktivis mengatakan ponsel mereka telah diperiksa atau disita oleh otoritas.

Kini kita melihat tweet terbaru dari Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

“PKT melanggar janjinya kepada rakyat Hong Kong.” – kata tweet itu.

Tapi beberapa warganet menyadari, ketika mereka menerjemahkan tweet menggunakan Google Translate, terjemahan bahasa Mandarinnya, membalik maknanya malah menunjukkan, “Tiongkok menepati janji.”

Kesalahan yang sama muncul, jika Tiongkok diganti dengan Taiwan.

Tapi jika kata “Tiongkok” diganti dengan negara lain seperti AS,

Kanada, atau Jerman, hasil terjemahan bahasa Mandarinnya adalah benar.

Google Translate mengoreksi kesalahan ini pada hari Senin, tapi hanya sebagian.

Kami melakukan percobaan untuk mengujinya.

Jika terjemahannya dari Jerman ke Mandarin, hasilnya tetap salah.

Kami mengetik “Tiongkok melanggar janjinya,” dan hasil terjemahannya muncul sebagai “Tiongkok menepati janjinya.”

Hal yang sama juga terjadi pada terjemahan dari bahasa Spanyol dan Korea ke Mandarin.

Ini bukan pertama kalinya Google Translate menghasilkan kesalahan semacam itu.

Selama puncak gerakan pro-demokrasi di Hong Kong pada tahun 2019, beberapa warganet mencoba menerjemahkan frasa: “sangat sedih melihat Hong Kong menjadi Tiongkok” dari bahasa Inggris ke bahasa Mandarin.

Mereka menemukan bahwa Google Translate menghasilkan kebalikannya.

Mengatakan: “Saya sangat senang melihat Hong Kong menjadi Tiongkok.”

Saat itu, Google menjelaskan bahwa sistem terjemahan otomatisnya, terkadang menerjemahkan negatif menjadi positif.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.