Site icon NTD Indonesia

Hari Falun Dafa Sedunia Dirayakan di Renon, Bali

Latihan Falun Gong atau Falun Dafa berasal dari Tiongkok dan telah menyebar ke berbagai belahan dunia sejak diperkenalkan pada tahun 1992. Di Indonesia, praktisinya beragam, mulai dari tua dan muda, yang tertarik untuk mengikuti latihan ini baik karena alasan kesehatan maupun karena ajaran spiritualnya yang membimbing orang untuk mematut diri berdasarkan prinsip Sejati, Baik dan Sabar.

Bapak I Made Sunarya yang berumur 64 tahun sudah berlatih Falun Dafa selama 20 tahun.

[I Made Sunarya, Praktisi Falun Dafa Denpasar]:

“Awalnya saya mengenal Falun Dafa karena mengantar istri yang sakit, tetapi setelah istri saya sembuh, saya juga tertarik ikut Falun Dafa, karena saya juga punya beberapa keluhan penyakit. Dulu saya sifat saya agak egois, disamping itu suka marah, ada rasa cemburuan, sehingga setelah berlatih Falun Dafa saya berangsur-angsur sifat-sifat egois itu bisa hilang.”

[Ni Made Tariani, Praktisi Falun Dafa Denpasar]:

“Kesehatan saya semakin membaik, dulunya saya adalah pengidap bronkitis, dan juga sakit kepala yang parah, setelah beberapa lama saya berlatih Falun Dafa dan membaca buku panduannya Zhuan Falun, sedikit demi sedikit penyakit saya semuanya hilang, kesehatan saya dapat pulih kembali seiring berjalannya waktu.”

Para pengunjung yang menyaksikan pawai Falun Dafa di Car Free Day di Lapangan Bajra Sandhi Renon pada 11 Mei ini terlihat antusias. B eberapa bahkan terinspirasi dengan kemeriahan barisan marching band, genderang pinggang, maupun barisan para praktisi dari berbagai daerah.

[Dima, Penonton Pawai Falun Dafa]:

“Kebetulan di CFD ini ketemu dengan Falun Dafa ya, tadi ada juga saya lihat marching band nya. Saya sangat terpesona, karena orang-orang tua ternyata masih sangat aktif, apalagi sampai marching band itu, menurut saya itu udah keren banget.”

[Komang Sudharkha, Penonton Pawai Falun Dafa]:

“Selamat ulang tahun buat Falun Dafa yang ke 33, saya pas hari ini di Renon lewat melihat Falun Dafa sangat luar biasa, kesan saya adalah Falun Dafa ini adalah organisasi yang sangat menyentuh hati saya, dan memang kalo dari kata-kata Sabar, Sejati dan Baik, ini bagi saya seorang Bali inilah prinsip hidup saya juga.”

Perayaan hari Falun Dafa ini, sayangnya tidak bisa dilihat di negeri asalnya di Tiongkok. Walaupun awalnya sangat diapresiasi oleh pemerintah, Falun Dafa mulai dianiaya tahun 1999 atas kekhawatiran Partai Komunis Tiongkok terhadap jumlah praktisi Falun Gong yang melebihi jumlah anggota Partai Komunis. Ketua Himpuan Falun Dafa Indonesia Gatot Machali berkata kegiatan pawai kali ini juga untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Falun Dafa adalah kegiatan yang indah dan bebas, serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

[Gatot Machali, Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia]:

“Menyadarkan masyarakat akan kejadian penganiayaan yang masih berlangsung sampai hari ini. Harapannya penganiayaan segera berakhir.”

[Ni Made Tariani, Praktisi Falun Dafa Denpasar]:

“Harapan saya lebih banyak orang memahami atau mengetahui tentang Falun Dafa ini dan merasakan manfaat yang saya rasakan,”

NTD News melaporkan dari Renon, Bali.