Fokus

Hikvision Mengonfirmasi Bahwa Mereka Dikendalikan oleh Militer Tiongkok

Kamera pengawas (Kredit: global.tuidang.org)
Kamera pengawas (Kredit: global.tuidang.org)

Perusahaan video pengawas terbesar di dunia, Hikvision, saat ini terdaftar sebagai ancaman bagi keamanan nasional negara. Laporan tahunan perusahaan yang baru dirilis menunjukkan bahwa kelompok industri militer Tiongkok adalah pengontrol di baliknya.

Dalam dua tahun terakhir, Hikvision telah masuk blacklist (daftar hitam) oleh otoritas Washington karena hubungannya dengan militer Tiongkok dan risiko keamanan yang dibawanya ke Amerika Serikat. Hikvision sebelumnya membantah hubungannya dengan militer Tiongkok dan meminta Gedung Putih untuk mengizinkannya melakukan bisnis di pasar AS.

“Untuk melindungi tanah air Amerika Serikat dan rakyat Amerika, dengan ini saya menyatakan keadaan darurat nasional sehubungan dengan ancaman ini (dari Hikvision dan beberapa perusahaan terkait militer Tiongkok yang masuk daftar hitam),” ujar Presiden AS saat itu, Donald Trump, dalam perintah eksekutifnya terhadap Hikvision pada 17 November 2020.

Pada 24 April, Hikvision menerbitkan laporan tahunan 2020, yang mencantumkan China Electronics Technology Group Ltd. (CETC) sebagai “pengontrol aktual”-nya. CETC adalah salah satu grup industri militer utama Tiongkok, dan merupakan kontraktor pertahanan elektronik terbesar di Tiongkok.

Di bawah rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT), semua kelompok industri militer harus mematuhi perintah rezim komunis.

Ancaman

Hikvision diyakini membawa ancaman keamanan ke AS, mengumpulkan data pengawasan dari peralatan yang mereka suplai ke AS, dan membantu militer Tiongkok dalam mengembangkan senjata.

“Hikvision telah ditemukan menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi keamanan nasional AS atau keamanan dan keselamatan orang AS,” kata Biro Keselamatan Publik dan Keamanan Dalam Negeri Komisi Komunikasi Federal dalam sebuah pernyataan pada 12 Maret. FCC menunjukkan bahwa Hikvision mengumpulkan detail kehidupan orang Amerika, seperti pekerjaan, sekolah, dan perawatan kesehatan.

Hikvision, yang bernama lengkap Hangzhou Hikvision Digital Technology Co. Ltd., didirikan pada 2001. Perusahaan ini memasok sistem pengawasan lengkap yang menggunakan kamera video, radar, sensor, dan drone untuk mengumpulkan data, serta menggunakan teknologi pemrosesan video dan audio, kecerdasan buatan, dan big data untuk menganalisis data-data yang dikumpulkan.

Hikvision telah berpartisipasi dalam jaringan pengawasan gaya Orwellian Partai Komunis Tiongkok ? Skynet dan sub-proyeknya, Dazzling Snow, yang hanya mencakup daerah pedesaan sejak rezim diktator itu pertama kali merencanakannya pada awal 2000-an.

Dengan bisnis yang kian berkembang, peralatan Hikvision tidak hanya mengawasi orang- orang Tiongkok, tetapi juga mereka yang tinggal di negara bebas.

Pada Februari, Thomson Reuters Foundation merilis laporan eksklusif yang menunjukkan bahwa 28 dari 32 dewan wilayah London menggunakan teknologi yang dipasok oleh Hikvision.

Laporan tahunan perusahaan pada 2020 menyatakan, “Hikvision telah mendirikan 19 pusat fungsi regional di luar negeri, dengan 66 cabang di bawahnya, menyediakan layanan ke 155 negara dan wilayah.”

Terkait dengan Militer PKT

Hikvision memiliki hubungan dekat dengan PKT dan militernya, tidak hanya dalam manajemen perusahaan, tetapi juga dalam bisnisnya.

Chen Zongnian, ketua Hikvision dan perwakilan dari Institut ke-52 CETC, merupakan perwakilan PKT dalam Hikvision, menurut perusahaan. Serta Qu Liyang, direktur divisi inovasi Hikvision, juga merupakan perwakilan PKT di perusahaan. Dan perusahaan tersebut beroperasi di bawah pengawasan komite partai.

Situs web resmi Hikvision mengunggah aktivitas PKT di perusahaan secara teratur. Subjek utama dari unggahan ini adalah sama, yaitu “menegakkan dan meningkatkan kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok”.

Perusahaan pengendali Hikvision, CETC, adalah bagian dari kompleks industri militer Tiongkok. Tiongkok memiliki 10 kompleks industri militer, yang meliputi senjata nuklir, dirgantara, kapal, tank, kendaraan lapis baja, amunisi, dan elektronik.

CETC adalah satu-satunya kompleks industri militer di bidang elektronik. Produknya melengkapi semua angkatan bersenjata Tiongkok, termasuk sistem telekomunikasi, radar, perangkat lunak, perangkat keras, sistem komando dan kontrol, serta sistem pengawasan yang mencakup laut, ruang angkasa, dunia maya, dan area lainnya, menurut outlet media Tiongkok, Military Aviation Research.

Hikvision sendiri memberikan contoh bagaimana perusahaan tersebut terlibat dalam pertahanan Tiongkok di situsnya.

Li Yanxiang adalah seorang insinyur Hikvision. Dia mewakili perusahaan, bekerja sama dengan beberapa ahli senjata dari Departemen Persenjataan Umum Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (People Liberation Army ? PLA), serta komandan unit tempur, untuk mengembangkan senjata dan kemudian menulis artikel yang diterbitkan di situs resmi Hikvision pada 18 Maret 2015.

Li mengatakan bahwa tentara PLA menembakkan rudal berdasarkan pengalaman mereka dan yang dipelajari dari orang lain, yang tidak akurat dan menyebabkan beberapa rudal meleset dari sasaran selama latihan. 

Dia kemudian berbicara singkat tentang sistem pengawasan yang akan disediakan Hikvision. “Kita perlu menggunakan kamera berkecepatan tinggi, yang dapat menangkap setidaknya 200 hingga 500 frame per detik. Dengan banyaknya jumlah rekaman, kita perlu membangun server memori lokal dan catu daya.”(global.tuidang.org)

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI