Fokus

Ilmuwan Temukan 20 Virus Kelelawar Baru di China

Ilmuwan baru saja menemukan 20 virus kelelawar baru di China selatan. Dua di antaranya terkait dengan virus mematikan yang dapat berbahaya bagi manusia. Virus ditemukan pada kelelawar di provinsi Yunnan, China antara tahun 2017 dan 2021. Melalui pengurutan genetik, para peneliti mengidentifikasi mereka sebagai virus baru. Dikhawatirkan virus dapat menyebar ke ternak atau manusia.

CDC AS berkata tidak ada ancaman langsung pada masyarakat, tetapi para ahli terus memantau. Kelelawar dari 10 spesies berbeda telah diuji. Para ilmuwan menggunakan alat genetik canggih untuk mengidentifikasi patogen baru.

Dua dari virus tersebut terkait erat dengan virus nepa dan hendra, yang telah menyebabkan wabah mematikan pada manusia dan hewan. CDC mengatakan jika virus ini menginfeksi manusia, gejala yang mungkin terjadi termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, dan kelelahan. Dalam kasus serius, orang mungkin mengalami sesak napas, kebingungan, pusing, kejang, atau bahkan pembengkakan otak.

Para ahli khawatir virus ini dapat menular ke manusia atau hewan ternak. Karena ditemukan di ginjal kelelawar, virus mungkin ada dalam urin kelelawar. Ini berarti orang atau hewan dapat tertular virus dari buah atau air yang terkontaminasi. Sejauh ini, CDC mengatakan belum ada yang terinfeksi oleh virus baru ini, tetapi belum ada perawatan atau vaksin yang disetujui. Untuk saat ini, para ahli mengatakan mereka memantau situasi dengan saksama untuk menjaga keamanan masyarakat.