Fokus

Imbangi China, AS Tingkatkan Kehadiran di Selat Malaka

Kepentingan AS-China meningkat di titik penting lain di jalur maritim. AS meningkatkan kerja sama militer dengan Indonesia, dengan pusat upaya di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran terpenting dunia. Ini dilakukan seiring meningkatnya perhatian pada Selat sempit ini yang membawa sebagian besar minyak dunia, kebanyakan diantaranya menuju China.

Hari Senin, AS dan Indonesia meningkatkan hubungan pertahanan mereka menjadi apa yang mereka sebut sebagai kemitraan kerja sama pertahanan utama. Langkah ini memperdalam koordinasi keamanan maritim di Asia Tenggara, dan menyoroti Selat Malaka, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.

Ini adalah salah satu jalur maritim tersibuk di dunia. Sekitar 23 juta barel minyak melewatinya setiap hari pada awal tahun 2025, yaitu sekitar 29% dari perdagangan minyak melalui laut global. Hampir setengah dari pengiriman tersebut menuju ke China, menjadikan sebagai jalur energi vital bagi perekonomian Beijing.

Di bawah kesepakatan Baru, AS-Indonesia akan memperluas pelatihan bersama, mengerahkan sensor, dan mengintegrasikan teknologi pengawasan Amerika.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemantauan jalur perairan, meningkatkan kesadaran maritim dan keamanan di seluruh jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Kesepakatan ini terjadi hanya satu bulan sebelum pertemuan Presiden Trump dan pemimpin China Xi Jinping. Ini menggarisbawahi bobot strategis jalur minyak terpenting dunia di tengah ketegangan di Selat Hormuz.