Fokus

‘Ini Mungkin Kesempatan Terakhir untuk Menemukan Asa-usul Virus’: WHO

Organisasi Kesehatan Dunia, atau WHO, mengatakan pada hari Rabu bahwa kelompok penasihat yang baru dibentuknya, tentang patogen berbahaya, mungkin merupakan “kesempatan terakhir” untuk menentukan asal-usul virus PKT.

Badan tersebut mendesak Tiongkok untuk memberikan data dari kasus-kasus awal.

Jonah Green memiliki detailnya.

Michael Ryan, Kepala Health Emergency Programme WHO: “Saat ini, ini adalah kesempatan terbaik kita, dan mungkin ini adalah kesempatan terakhir kita untuk memahami asal usul virus ini…”

WHO mengumumkan pembentukan kelompok yang baru dibentuk pada hari Rabu, yang disebut sebagai kesempatan terakhir untuk menentukan asal-usul COVID-19, serta mendesak Tiongkok untuk bekerja sama.

Pertanyaan tentang di mana dan bagaimana virus korona muncul, telah menjadi masalah yang sangat fluktuatif dan topik yang sangat sensitif bagi Tiongkok, di mana kasus pertama muncul pada akhir 2019.

Mike Ryan, Kepala Health Emergency Programme WHO, mendesak ketenangan di tengah upaya baru untuk mendapatkan jawaban.

Ryan: “Itu adalah upaya manusia, untuk memahami sebuah virus yang telah menghentikan seluruh dunia kita. Dan saya akan meminta siapa saja, negara, jurnalis, dan semua orang, untuk menciptakan sedikit ruang, agar diskusi itu terjadi.”

Sebuah tim yang dipimpin WHO menghabiskan 4 minggu di dalam dan sekitar Wuhan, Tiongkok, awal tahun ini, bersama para ilmuwan Tiongkok.

Menyelidiki kasus-kasus paling awal yang diketahui dari virus korona, dan mengatakan dalam laporan bersama pada bulan Maret, bahwa virus itu mungkin telah ditularkan dari kelelawar ke manusia lewat hewan lain, namun penelitian lebih lanjut diperlukan.

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa penyelidikan terhambat oleh kurangnya data mentah, dan telah menyerukan untuk audit lab.

Tiongkok telah berulang kali menolak teori, bahwa virus itu bocor dari salah satu lab-nya, dan mengatakan, tidak ada lagi kunjungan yang diperlukan, tapi WHO percaya sebaliknya.

Maria van Kerkhove, pimpinan teknis COVID-19, Kepala Health Emergency Programme WHO: “Dan saya sangat berharap, kami sangat berharap akan ada misi lebih lanjut ke Tiongkok dan negara-negara lain.”

Dalam sebuah editorial di jurnal Science, WHO mengatakan bahwa penyelidikan terperinci dari kasus-kasus paling awal yang diketahui dan dicurigai di Tiongkok sebelum Desember 2019 masih diperlukan, termasuk analisis sampel darah yang disimpan dari 2019 di Wuhan.

Chen Xu, duta besar Tiongkok untuk PBB mencatat bahwa tim internasional telah dikirim ke Tiongkok dua kali, dan bahwa “saatnya mengirim tim ke tempat lain.”

Dalam 2 tahun terakhir, WHO dua kali mengirim ahli ke Wuhan untuk kunjungan lapangan.

Perjalanan pertama terjadi pada awal tahun 2020, tepat setelah kasus virus PKT pertama di Wuhan dipublikasikan.

Pakar internasional tinggal di kota itu selama 2 hari.

Kunjungan kedua awal tahun ini berlangsung 4 minggu di Wuhan, tapi selama 2 minggu dari itu, para ahli WHO harus tinggal di hotel untuk karantina.

Dan mereka hanya menghabiskan beberapa jam di Institut Virologi Wuhan, – lab yang menjadi pusat kontroversi tentang asal usul virus.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI