Fokus

Insiden Berdarah di Taikoo Shing Hong Kong, Ungkap Kejanggalan

Pria Pembacok Hong Kong (Foto: Screenshot RTHK)
Pria Pembacok Hong Kong (Foto: Screenshot RTHK)

Pada tanggal 3 November lalu, terjadi unjuk rasa Hong Kong yang disebut ‘rantai manusia’ di Taikoo Shing (CityPlaza) Hong Kong. Polisi menangkapi banyak warga, dan terjadi kekacauan dimana seorang pria beraksen Beijing menebas orang-orang diluar mal dengan parang, serta menggigit putus teling kiri seorang anggota dewan distrik.

Protes masyarakat pada tanggal 3 November tersebut awalnya terjadi di beberapa titik, seperti di Tamar Park di Admiralty, Macpherson Playground di Mong Kok, Temple Mall, Tai Po Mega Mall, Shatin Hundred Steps, Tsuen Wan Park dan Tuen Mun Civic Square.

Di sore hari, warga berkumpul di pusat perbelanjaan Taikoo Shing (Cityplaza) membentuk rantai manusia, meneriakkan slogan anti-RUU Ekstradisi dan paduan suara ‘Glory to Hong Kong’. Keseluruhan proses demonstrasi relatif damai.

Namun sekitar pukul 6:30, sejumlah besar petugas polisi tiba-tiba datang menyerbu masuk ke mal, menangkap setidaknya dua anak muda. Polisi menggeledah mal, dan bersama dengan karyawan mal, mereka mengunci beberapa pintu masuk dan keluar.

Selain itu, seorang fotografer dari media “The Stand News” saat memotret dari jarak wajar juga ditangkap dan ditindih ke tanah oleh sejumlah polisi, menyebabkan punggungnya cedera. Polisi mengklaim reporter tersebut telah menghalangi polisi bekerja.

再有片段證記者合理採訪 《立場新聞》強烈譴責警方無理拘捕 要求立即釋放記者

【再有片段證記者合理採訪 《立場新聞》強烈譴責警方無理拘捕 要求立即釋放記者】《立場新聞》一名特約攝影記者,11 月 3 日晚在太古城中心採訪期間,被警方以涉嫌阻差辦公拘捕。《立場》記者被捕前,正與其他記者在同一位置拍攝警方拘捕一名少年的情況。據在場網媒「白夜媒體」拍攝的另一角度片段,《立場新聞》記者(身穿橙衣者)被捕前,與警方拘捕少年行動保持相當距離,完全沒有阻礙警方工作,惟多名防暴警員突然衝前,將記者強壓在地上拘捕。《立場新聞》強烈譴責警方無理拘捕,阻礙正常採訪工作,要求警方立即釋放被捕記者。該特約攝影記者自 6 月示威浪潮至今一直代表《立場新聞》在現場採訪,表現專業;《立場新聞》強調,記者有權在現場採訪。相關報道:立場記者太古城採訪期間被捕 被指阻差辦公立場譴責警方無理拘捕 要求立即放人https://bit.ly/33cThZ0【立場社論】歷史會判我們無罪https://bit.ly/2NxJ1E2白夜 White Night

Dikirim oleh Stand News 立場新聞 pada Minggu, 03 November 2019

Setelah polisi pergi, sekitar pukul 19:40, diluar Taikoo Shing (Cityplaza), seorang pria berbahasa Mandarin yang beradu argumen dengan sekelompok warga tiba-tiba mengeluarkan parang panjang dari tas ranselnya, menyerang warga sekitar. Korbannya antara lain seorang pria berbaju hitam yang punggungnya terluka parah akibat dibacok beberapa kali, dan seorang wanita yang terluka dan duduk berlutut di tanah. Si pelaku saat membacok, diketahui meneriakkan slogan ‘Pulihkan Taiwan’ dalam bahasa Mandarin berlogat Beijing.

Andrew Chiu Ka Yin, seorang anggota partai Demokrat dan anggota dewan distrik Tai Koo Shing West yang kebetulan berada di dekat tempat kejadian, berusaha menahan si pelaku yang brutal dan bertanya mengapa ia memukul orang. Si pelaku menjawab, “Saya bukan memukul orang, saya memukul anjing!” sebelum ia memiting Andrew Chiu dan mengigit putus telinga kirinya.

Di tempat yang ramai penuh dengan warga yang wartawan yang meliput, tindakan si penyerang telah membangkitkan amarah. Si pelaku dikejar dan ditaklukkan oleh kerumunan massa, sebelum dipukuli. Tak lama, polisi sampai ke tempat kejadian dan menangkap pelaku.

Menurut laporan media Hong Kong, penyerang telah menyebabkan enam orang terluka dan dikirim ke rumah sakit. Andrew Chiu sendiri telah menjalani proses operasi penyambungan kembali telinga kirinya.  

Beberapa analis percaya bahwa insiden kekerasan ini memiliki sangat banyak kejanggalan.

Misalnya, si pelaku yang telah menyimpan parang di ranselnya, sengaja menunggu sampai polisi pergi baru mengeluarkan parangnya dan menyerang warga.

Selain itu, ada beberapa kejanggalan lain seperti:

Kejanggalan 1, saat pelaku membacok orang, ia berteriak “Pulihkan Taiwan”, teriakan yang memprovokasi, seperti disengaja agar orang-orang mempersalahkan Taiwan.

Kejanggalan 2, selain membacok orang dengan parang, si penyerang berprilaku menggigit yang tidak lazim. Dari video menunjukkan, saat ia mengigit telinga orang, ia dalam keadaan sensasi kegembiraan yang berlebihan, layaknya orang yang mengkonsumsi stimulan.  

Kejanggalan 3, video menunjukkan, saat polisi datang dan menghadapi si pelaku pembacokan berbahaya ini, si pelaku tidak langsung diborgol, malah kelihatan seperti sengaja dibiarkan. Hingga kini, sikap polisi Hong Kong terlihat sangat kasar pada para pendemo yang berbuat ulah, bahkan pada pendemo wanita. Penerapan sikap yang berbeda pada si pelaku pembacokan menimbulkan berbagai prasangka dan keraguan. (ntdtv/crl/lia)