Fokus

Para Investor Korban “Trust Investment” di Tiongkok Menuntut Kompensasi

Mempertahankan stabilitas investasi dan keuangan telah menjadi salah satu prioritas utama Tiongkok.

Ratusan korban “Trust Invesment” Tiongkok, ditekan otoritas ketika berusaha mempertahankan hak mereka.

Ratusan investor berkumpul di depan kantor pusat Sichuan Trust Co., atau STC, menuntut perusahaan tersebut untuk mengembalikan uang mereka.

Polisi kemudian membubarkan kerumunan, menahan beberapa dari mereka.

Perusahaan Trust Sichuan melanggar janjinya.

Proyek senilai 51 Triliun Rupiahnya gagal membayar para investornya, karena aset dasar yang berkualitas buruk.

Selama beberapa tahun, perusahaan menghasilkan pengembalian bagi para investor awal, dengan membawa masuk para investor baru, seperti skema Ponzi.

Namun dengan situasi ekonomi Tiongkok yang sangat buruk, artinya sistem ini sulit untuk dipertahankan.

Voice of America melaporkan bahwa seorang investor Sichuan Trust mengklaim proyek TOT perusahaan itu, terlibat dalam operasi ilegal seperti memanipulasi angka, menyalahgunakan dana, dan penipuan investasi.

Komisi Regulasi Perbankan dan Asuransi Tiongkok mengumumkan bahwa Beijing telah mengeluarkan perintah untuk menangguhkan proyek TOT.

Pada pertengahan Juni, ratusan investor melakukan protes di luar ketika pejabat, perwakilan investor, dan staf perusahaan mengadakan negosiasi.

Para pengunjuk rasa akhirnya dibubarkan oleh polisi.

Ada lebih banyak polisi daripada pengunjuk rasa di tempat kejadian.

Polisi memblokir pandangan orang yang lewat dengan kendaraan polisi dan bus.

Liu, seorang investor TOT dari Beijing, memberi tahu kami bahwa beberapa orang ditahan, di antaranya adalah dua orang lansia.

Liu: “Polisi menangkap dua lansia di usia 60-an atau 70-an, dan melukai tangan nyonya itu.”

Seorang investor TOT, Wu, mengatakan bahwa dia dan belasan investor lainnya hanya mengadakan pertemuan dengan manajemen perusahaan.

Mereka tidak memprotes atau melakukan hal lain, namun polisi masih memperingatkan mereka lewat panggilan telepon juga kunjungan.

Setelah negosiasi, Sichuan Trust akhirnya setuju bahwa mereka akan menjual bangunan dan lisensi mereka untuk memberikan kompensasi kepada para investor.

Namun, langkah itu tidak terlalu praktis, salah satu aset saat ini sedang dibekukan, dan yang lainnya sedang digadaikan.

Liu memberi tahu kami, bahwa jumlah awal investasi di Trust Investment adalah hampir 2 miliar Rupiah, itu adalah tabungan seumur hidup, bagi banyak orang.

Liu: “Jika saya tidak membela hak-hak saya, bertahun-tahun kerja keras saya dalam beberapa dekade sebelumnya, akan sia-sia.”

Liu tidak senang bahwa otoritas Beijing hanya menunda proyek.

Dia mengatakan bahwa pihak berwenang hanya ingin menghilangkan aset dasar yang berkualitas buruk dari sistem keuangan, tetapi tidak peduli dengan Triliunan Rupiah yang hilang dari para investor. (ntdtv/jl)

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.