Fokus

IPhone 13 Berhasil Diretas oleh Peretas Tiongkok

Konsumen iPhone
Konsumen iPhone. (Screenshot NTDTV)

Peretas Tiongkok telah meretas iPhone 13 Pro baru, bahkan dengan ponsel itu yang menjalankan perangkat lunak terbaru.

Peretas menggunakan exploit di browser web Safari iPhone.

Hanya dengan satu klik tautan peretas, mereka dapat memperoleh akses jarak jauh ke sistem iPhone pengguna.

Peretasan ini dilaporkan memungkinkan peretas untuk mendapatkan akses ke informasi pengguna, seperti foto, dan pesan.

Ini juga memungkinkan mereka untuk menghapus data pengguna dari jarak jauh.

Para peretas melakukan trik tersebut secara langsung di atas panggung, sebagai bagian dari kompetisi peretasan publik tahunan di Tiongkok.

Mereka memenangkan hadiah utama 300 ribu dolar (Rp 4,3 M) karena mampu meretas iPhone hanya dalam satu detik.

Kompetisi ini disebut “Tianfu Cup,” dan acara itu sendiri legal.

Rincian eksploitasi yang disajikan dalam kompetisi, dilaporkan akan diberikan kepada Apple.

Sehingga perusahaan dapat merilis pembaruan untuk memperbaiki kerentanan.

Tapi karena acara peretasan itu diselenggarakan dan diadakan di Tiongkok,

Beijing mungkin dapat memperoleh akses ke eksploitasi tersebut.

Tidak jelas apakah penyelenggara dapat menolak otoritas Tiongkok, jika otoritas meminta mereka untuk menyerahkan rincian kerentanan.

Faktanya, ada laporan sebelumnya bahwa eksploitasi yang disajikan pada kompetisi peretasan, digunakan di luar kompetisi untuk tujuan jahat.

Pada tahun 2019, Google menerbitkan analisis ke dalam kampanye peretasan, yang mengungkapkan eksploitasi, yang menargetkan “iPhone secara massal”.

Eksploitasi itu sama dengan yang dipresentasikan di kompetisi peretasan Tiongkok.

Sebuah artikel oleh MIT mengatakan, bahwa etnis Uighur menjadi sasaran.

Artikel tersebut mengatakan bahwa kompetisi peretasan Tiongkok muncul di Tiongkok, segera setelah rezim Tiongkok melarang peneliti keamanan siber dari menghadiri kompetisi peretasan di luar negeri.

Apple telah menghapus aplikasi Al-Qur’an yang populer di Tiongkok.

Al-Qur’an adalah teks agama utama dari agama Islam.

Hampir satu juta Muslim di Tiongkok menggunakan aplikasi Al-Qur’an.

Kebijakan Apple menyatakan bahwa perusahaan itu “diwajibkan untuk mematuhi undang-undang setempat, dan terkadang ada masalah rumit yang mungkin tidak kami setujui dengan pemerintah.”

Pembuat aplikasi mengatakan mereka “mencoba untuk berhubungan dengan Administrasi Cyberspace Tiongkok serta otoritas Tiongkok terkait untuk menyelesaikan masalah ini.”

Penghapusan aplikasi tersebut dilakukan di tengah tuduhan yang sedang terjadi, bahwa Beijing melanggar HAM Muslim Uighur.

Hal itu juga muncul setelah aplikasi keagamaan populer lainnya dihapus di Tiongkok, aplikasi Alkitab dari Olive Tree.

Pengembang aplikasi menghapus aplikasi itu sendiri, setelah App Store meminta agar mereka memberikan izin otorisasi untuk mendistribusikannya di Tiongkok.

Bulan lalu, Apple juga melarang pahatan politik pada perangkatnya untuk pelanggan di Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan.

Itu termasuk frasa yang merujuk pada Xi Jinping, pembantaian Lapangan Tiananmen 1989, latihan spiritual Falun Gong, dan pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama.

Tiongkok adalah salah satu pasar terbesar Apple.

Dan banyak produsen rantai pasokan perusahaan, juga berada di Tiongkok.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI