Pemadaman internet di Iran telah berlangsung selama 4 hari, menyebabkan 90 juta penduduknya terperosok dalam kegelapan digital. Baik jaringan internasional maupun domestik terputus sepenuhnya. Bahkan layanan internet satelit seperti Starlink turun tajam. Menurut Iran Wire, platform berita online independen, lebih dari 80% lalu lintas internet Starlink telah terganggu. Jurnalis Israel Emily Schrader mencatat aktivitas Starlink di Iran diblokir total.
Rezim Iran dilaporkan telah mengaktifkan pemutus sinyal bertaraf militer untuk memblokir Starlink. Para ahli berkata teknologi canggih ini mungkin dipasok oleh China atau Rusia. China telah mensimulasikan penggunaan drone untuk memblokir Starlink di area seluas Taiwan dan berinvestasi besar-besaran dalam sistem ini.
Namun, operasi anti-GPS ofensif yang sebenarnya masih belum dikonfirmasi. Hari Minggu, Presiden Trump mengatakan ia akan berdiskusi dengan Elon Musk tentang konektivitas Starlink.
Protes anti-komunis di seluruh Iran kini telah memasuki minggu ketiga. Setidaknya 500 orang telah tewas dan lebih dari 10.000 orang telah ditangkap, menurut sebuah kelompok HAM berbasis di AS. Gedung Putih terus menyuarakan dukungan untuk rakyat Iran yang berjuang untuk kebebasan.
Pada 10 Januari Menlu AS Marco Rubio memposting bahwa AS mendukung rakyat Iran yang berani.
Sekutu Presiden Trump, Senator Lindsey Graham, me-retweet postingan Rubio, menambahkan pesan ke rezim, “Kebrutalan Anda terhadap rakyat Iran yang hebat tidak akan dibiarkan begitu saja. Jadikan Iran hebat kembali.”
Presiden Trump memposting di hari yang sama, mengutip, “Iran sedang melihat kebebasan mungkin seperti belum pernah sebelumnya. AS siap membantu.”
Menteri Perang AS Pete Hegseth me-retweet postingan presiden beberapa jam kemudian pada hari Senin.
Iran mengatakan siap berperang, tetapi juga siap bernegosiasi dengan AS.
Kembali ke konektivitas Starlink. Kantor berita Iran melaporkan pasukan keamanan Iran menindak penggunaan Starlink di negara itu. Pihak berwenang menggerebek rumah-rumah dan menangkap mereka yang ditemukan memiliki peralatan satelit.
