Insiden militer antara Jepang dan China Tengah menjadi sorotan. Jepang membantah klaim China terkait insiden yang melibatkan pesawat militer kedua negara. Dalam langkah yang jarang terjadi, sebuah jet tempur China mengunci radar jet tempur Jepang dekat kepulauan Okinawa. Jepang berkata armada mereka tidak mengganggu pelatihan penerbangan Angkatan laut China seperti yang diklaim Beijing. Menanggapi hal itu, Tokyo memanggil Duta Besar China atas insiden tersebut di tengah meningkatnya ketegangan. Berikut pernyataan Perdana Menteri Jepang Takaichi :
[Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang] :
“Pengarahan radar oleh armada China jelas sangat berbahaya dan melampaui lingkup keselamatan penerbangan. Sangat disesalkan hal tersebut terjadi. Kami melayangkan protes keras pada China dan dengan tegas menuntut agar hal serupa tidak terulang. Kami akan merespons dengan tenang dan tegas.”
Dalam beberapa hari terakhir, sekelompok jet tempur China melakukan operasi udara intensif di sekitar Taiwan dan Jepang, yang melibatkan lebih dari 100 kapal militer.
Kedutaan Besar China membantah klaim Jepang, mengatakan bahwa armada Jepang telah mengancam keselamatan dengan mendekati jet-jet tempur China yang tengah bermanuver bersama tiga kapal perusak rudal.
Insiden ini terjadi seriring pernyataan Takaichi soal kemungkinan Jepang mengambil tindakan militer jika serangan China terhadap Taiwan mengancam keamanannya.
