Fokus

Joko Widodo Ingin Implementasi, Bukan “Hanya Bicara” di COP26

Presiden Joko Widodo pada Selasa (19 Oktober) mengatakan kami ingin melihat implementasi kebijakan yang sebenarnya daripada “hanya berbicara” pada konferensi iklim PBB bulan ini, kepada media saat berkunjung ke perkebunan mangrove di Provinsi Kalimantan Utara.

[Presiden Joko Widodo]:

“Kita ingin semua yang direncanakan itu terimplementasi. Jangan kita hanya berbicara, berbicara, tapi tidak ada implementasinya, untuk apa? Untuk apa kita berbicara nanti di Glasgow tapi tidak ada implementasinya. Saya ingin menekankan Implementasi!”

“Dan kita ingin mangrove-mangrove yang rusak kita rehabilitasi karena mangrove ini bisa me-reduce emisi 4-5 kali lipat hutan biasa, tropical rainforests. Jadi kenapa kita konsentrasi ke Mangrove, tujuannya itu!”

Indonesia, penghasil gas rumah kaca terbesar kedelapan di dunia, telah berjanji untuk mengurangi emisi karbonnya hingga 29% dengan upayanya sendiri, dan 41% dengan bantuan internasional.

Indonesia awal tahun ini memajukan target jangka panjangnya untuk mencapai netralitas karbon menjadi tahun 2060 atau lebih cepat, dari tahun 2070 pada awalnya, yang mencakup rencana untuk menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Joko Widodo mengatakan Indonesia ingin berinvestasi dalam proyek-proyek terbarukan untuk memanfaatkan potensinya dalam pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, angin, matahari dan arus laut, dan ini akan membutuhkan dana miliaran dolar. 

Dia menambahkan bahwa Indonesia juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ketika mengambil alih kepresidenan G20 pada bulan Desember, di samping pemulihan ekonomi yang merata dari pandemi COVID-19.

Negara-negara kaya telah melewatkan target untuk mengumpulkan $100 miliar per tahun untuk mendukung negara-negara berkembang dalam proyek aksi iklim mereka, yang menurut para ahli dapat merusak kepercayaan pada Conference of the Parties (COP26) mendatang di Glasgow, Skotlandia yang dimulai pada 31 Oktober-12 November, untuk membicarakan iklim guna memperkuat aksi mengatasi pemanasan global di bawah Perjanjian Paris 2015.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI