Fokus

Kabar Buruk Lain Bagi Alibaba

Berita buruk lainnya untuk raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba.

Perusahaan itu melihat sahamnya turun setelah merilis laporan pendapatan terbarunya.

Raksasa belanja online terbesar Tiongkok, Alibaba melihat sahamnya turun lebih dari 10% pada hari Jumat.

Itu, setelah perusahaan memangkas perkiraan untuk pertumbuhan pendapatan tahunan sebelumnya.

Alibaba sekarang mengharapkan pendapatan ‘year on year’ naik tidak lebih dari 23%.

Itu akan menandai kenaikan terkecil sejak debut pasar sahamnya di tahun 2014, itu juga turun dari perkiraan sebelumnya yang mendekati 30%.

Perusahaan itu mengutip hambatan termasuk, meningkatnya persaingan, serta tindakan keras Tiongkok terhadap perusahaan-perusahaan teknologi besarnya.

Chief Executive, Daniel Zhang mengatakan pakaian dan barang dagangan umum termasuk di antara departemen yang paling terpukul.

Pemain mapan seperti Alibaba sekarang harus bersaing dengan pendatang baru ke e-commerce, termasuk aplikasi video pendek, Kuaishou.

Perusahaan semacam itu mendapat manfaat dari keinginan regulator untuk melihat lebih banyak persaingan.

Alibaba juga harus memikirkan kembali cara kerjanya di tengah meningkatnya pengawasan dari pengawas.

Beijing telah memperketat cengkeramannya pada raksasa teknologi tersebut, menjatuhkan denda lebih dari 2 miliar dolar kepada perusahaan itu atas tuduhan ‘antitrust’.

Otoritas Tiongkok telah mendesak perusahaan untuk fokus pada apa yang mereka sebut, ‘kemakmuran bersama’, bukan pertumbuhan penjualan.

Istilah “kemakmuran bersama” bisa berarti perusahaan besar di Tiongkok harus rela mengorbankan kekayaan mereka untuk rezim.

Untuk kuartal terbaru, Alibaba melaporkan pendapatan naik 29%, kenaikan paling lambat dalam enam kuartal.

Termasuk kerugian terbaru, sahamnya kini turun 40% tahun ini.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI