Kantor Palsu Jadi Tren di China—Inilah Mengapa


Dengan semakin banyaknya pengangguran di China, tren baru mulai berkembang di kota-kota seperti Beijing dan Shanghai. Beberapa perusahaan menawarkan ruang kantor palsu tempat para pengangguran dapat menghabiskan waktu dengan berpura-pura bekerja.

Dengan sewa harian sebesar 100 hingga 200 ribu rupiah, Anda mendapatkan meja, komputer, Wifi, minuman, bahkan makan siang.

Ruang kantor palsu ini telah menjadi tren yang mengejutkan di China. Meskipun tidak ada yang benar-benar bekerja, semua orang terlihat sibuk. Pemesanan terus mengalir, dengan sebagian besar pelanggannya adalah anak muda yang masih tinggal bersama orang tua mereka. Bagi mereka, ini adalah cara untuk menjaga rutinitas harian dan menghindari stres tinggal di rumah tanpa pekerjaan.

Jadi, mengapa permintaannya begitu tinggi? Pasar kerja di China saat ini sangat sulit. Bahkan ada pepatah di antara para lulusan universitas, begitu saya lulus, saya akan menganggur. Musim panas lalu disebut sebagai waktu tersulit untuk mencari pekerjaan di China, tetapi tahun ini bisa lebih buruk. Lebih dari 12 juta mahasiswa akan lulus, yang adalah 430.000 lebih banyak dari tahun lalu.

Angka resmi menyebutkan tingkat pengangguran adalah 14,9%. Namun, laporan tahun 2024 dari platform pekerjaan terbesar di negara itu menemukan hampir 45% lulusan perguruan tinggi menganggur. Profesor Universitas Peking Zhang Dan Dan berkata tingkat pengangguran mungkin telah mencapai 50% pada awal 2023.