Fokus

Kapal Angkatan Laut AS Berkumpul secara Massal di Kawasan Indo-Pasifik

Kapal Angkatan Laut AS berkumpul secara massal di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut unit studi strategis dari Universitas Peking Tiongkok, satelit telah menangkap kelompok penyerang kapal induk ‘Carl Vinson’ yang berlayar ke perairan Utara Kepulauan Spratly, yang disengketakan.

Baik Tiongkok dan Filipina mengklaim pulau-pulau itu sebagai milik mereka.

Kapal induk itu memasuki Laut Tiongkok Selatan pekan lalu (11 Jan).

Di sana mereka menyelesaikan latihan bersama 5 hari dengan ‘Essex Amphibious Ready Group’ Angkatan Laut AS pada hari Minggu (16 Jan).

Di atas USS Carl Vinson, ada sebuah pesawat yang disebut F-35C, ini adalah satu-satunya pesawat tempur siluman jarak jauh di dunia.

Dan di dekatnya kapal induk super bertenaga nuklir lainnya, USS Ronald Reagan, siap untuk dikerahkan, itu, dari pelabuhan asalnya, pangkalan angkatan laut Yokosuka di Jepang.

Dan awal bulan ini (3 Jan), kelompok penyerang kapal induk Amerika lainnya dikirim ke kawasan Indo-Pasifik.

USS Abraham Lincoln berangkat dari pangkalannya di San Diego, juga dipersenjatai dengan jet tempur F-35C.

Menurut Institut Angkatan Laut Amerika Serikat, lebih dari dua lusin pesawat tempur F-35 sedang dalam perjalanan di Pasifik Barat, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Tiongkok.

AS memperkuat aliansinya dengan negara kunci di Timur Tiongkok, Jepang.

Mereka bersama-sama menangani masalah yang berkaitan dengan Tiongkok, serta ancaman regional lainnya.

Pada hari Jumat, Presiden Biden bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida dalam pertemuan virtual.

Biden mengatakan, Aliansi AS-Jepang adalah “Landasan perdamaian dan keamanan di Indo-Pasifik dan di seluruh dunia.”

Pertemuan online itu berlangsung kurang dari satu setengah jam.

Ini adalah pembicaraan substansial pertama antara kedua negara, sejak perdana menteri baru Jepang menjabat.

Kedua negara membahas kerja sama erat untuk menangani masalah terkait Tiongkok.

Beberapa di antaranya termasuk Laut Tiongkok Timur dan Selatan, Hong Kong, dan wilayah Xinjiang.

Perdana Menteri Kishida mengatakan bahwa mereka setuju untuk memajukan kerja sama dengan sekutu lain, untuk mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Kedua belah pihak juga berbicara tentang Rusia dan Ukraina, serta masalah rudal Korea Utara.

Kishida juga mengatakan Jepang akan menjadi tuan rumah pertemuan Quad, yang meliputi Amerika Serikat, Jepang, Australia dan India.

Jepang tidak hanya bekerja sama dengan AS, negara ini juga ingin meningkatkan kerja sama dengan Prancis.

Ini, kata menteri luar negeri Jepang:

“Hari ini, kami ingin memperdalam diskusi untuk meningkatkan kerja sama antara Jepang dan Prancis serta Jepang dan UE ke tingkat yang lebih tinggi, untuk mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.”

Menlu dan Menhan dari Jepang dan Prancis bertemu pada hari Kamis.

Keterlibatan Prancis mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, mengingat lokasinya.

Tapi Prancis juga memegang andil dalam masalah ini, karena mengendalikan beberapa wilayah luar negeri di Indo-Pasifik.

Dalam beberapa bulan terakhir, Tiongkok telah meningkatkan agresinya di kawasan Indo-Pasifik, seperti menggunakan tekanan militer untuk memaksa tetangganya.

“Di kawasan Indo-Pasifik, ada upaya terus-menerus untuk mengubah status quo secara sepihak dengan paksaan. Lingkungan keamanan menjadi lebih keras, dan meningkatkan ketidakstabilan bagi Jepang dan Prancis.”

Menhan Jepang mengatakan, kedua negara harus bekerja lebih erat, karena Prancis dan Jepang berbagi apa yang disebutnya sebagai, “nilai inti” bersama.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI