Fokus

Kapal Survei Militer Tiongkok ke Sri Lanka, India Khawatir

Sebuah kapal survei militer Tiongkok akan mengunjungi pelabuhan strategis di Sri Lanka akhir bulan ini.

Negara itu mengatakan kapal tersebut hanya ada di sana untuk mengisi bahan bakar, tampaknya untuk meredakan kekhawatiran tentang situasi, dari India.

Sri Lanka sedang berusaha meyakinkan tetangganya: India.

Negara itu khawatir atas hubungan Sri Lanka dengan Tiongkok serta bagaimana sebuah kapal militer Tiongkok berencana mengunjungi pelabuhan penting strategis di sana.

Pelabuhan Hambantota di Sri Lanka, dikenal sebagai contoh klasik dari ‘Inisiatif Sabuk dan Jalan’ Beijing.

Beberapa telah melabeli program infrastruktur yang dikelola negara Tiongkok itu sebagai “diplomasi jebakan utang”.

Berikut adalah bagaimana hal itu terjadi.

Rezim Tiongkok meminjamkan uang ke Sri Lanka dan membantu membangun pelabuhan.

Setelah konstruksi selesai, ternyata proyek itu tidak menguntungkan.

Artinya, Sri Lanka mendapati dirinya dibebani dengan tumpukan utang, dan sedikit atau tidak ada pendapatan dari proyek yang telah selesai itu.

Untuk membayar kembali pinjaman Tiongkok, pemerintah negara setuju, untuk menyewakan pelabuhan itu ke Tiongkok selama 99 tahun.

Inilah masalahnya.

India dan beberapa negara di Barat telah lama khawatir bahwa rezim Tiongkok berencana mengubah pelabuhan itu menjadi pangkalan militer.

Menjadikannya jalan bagi angkatan laut Tiongkok untuk memberikan pengaruhnya ke Samudera Hindia.

Dan kunjungan kapal survei militer Tiongkok yang akan datang, telah memicu kekhawatiran tersebut.

“Pemerintah dengan hati-hati memantau setiap perkembangan yang berkaitan dengan keamanan dan kepentingan ekonomi India, serta mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi mereka. Saya pikir itu seharusnya menjadi pesan yang jelas.”

Tapi Sri Lanka mengatakan kepada India untuk tidak khawatir.

Mereka mengatakan, kapal Tiongkok itu hanya datang ke sana untuk mengisi bahan bakar.

Selama lebih dari 10 tahun, Tiongkok telah melakukan pembelian besar-besaran untuk pelabuhan laut di seluruh dunia.

Tiongkok kini memiliki saham dan investasi di pelabuhan, di lebih dari 60 negara di 6 benua.

Tapi pembelian yang meluas itu meningkatkan kekhawatiran.

Studi mengatakan Beijing mungkin berniat untuk mempersenjatai pelabuhan-pelabuhan tersebut.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klikĀ di sini. Video, silahkan klikĀ di sini.

VIDEO REKOMENDASI