Fokus

Kapal Tiongkok Menembakkan Meriam Air ke Kapal Filipina

Presiden Filipina mengatakan hari Senin, bahwa negara itu membenci tindakan Beijing baru-baru ini, terhadap mereka.

Itu, setelah kapal penjaga pantai Tiongkok menembakkan meriam air ke dua kapal pasokan Filipina pekan lalu, dan mengusir mereka pergi.

Kapal-kapal itu membawa pasokan untuk pasukan di beting Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan, yang dikenal sebagai Beting Second Thomas (atau Beting Ayungin).

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan “keprihatinan serius” hari Senin pada pertemuan virtual.

Duterte: “Kami membenci kejadian baru-baru ini di Beting Ayungin, dan memandang dengan keprihatinan serius, pada perkembangan serupa lainnya. Ini tidak berbicara dengan baik atas hubungan antara negara-negara kita dan kemitraan kita.”

Pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menandai peringatan 30 tahun hubungan antara Tiongkok dan kelompok tersebut.

Duterte mendesak Beijing untuk menahan diri dan menghindari peningkatan ketegangan.

Dia juga meminta mereka untuk menghormati Konvensi PBB 1982 tentang Hukum Laut.

Hukum itu sebagian besar telah membatalkan klaim Laut Tiongkok Selatan oleh Tiongkok,

Dan Beijing telah menolak untuk mengakuinya.

Beijing telah berulang kali berusaha untuk mendesakkan pengaruh di wilayah itu, yang bertujuan untuk mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan.

Pemimpin komunis Tiongkok, Xi Jinping berbicara pada pertemuan itu, menanggapi bahwa Tiongkok tidak akan mencari dominasi atas Asia Tenggara atau mengganggu tetangganya yang lebih kecil.

Pada hari Senin, Filipina mengerahkan kembali dua kapal pasokan ke Beting Second Thomas.

Beijing telah berusaha untuk mengambil keuntungan dari jalur air tersebut, serta sumber dayanya yang melimpah, untuk memblokir kegiatan negara-negara regional dan kehadiran militer asing lainnya.

Tiongkok dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara telah merundingkan kode etik untuk menangani masalah di Laut Tiongkok Selatan selama bertahun-tahun, tapi pembicaraan itu hanya membuat sedikit kemajuan.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI