Fokus

Keabsahan Data Virus Korona dari Tiongkok, Masih Dipertanyakan

Kini ada pertanyaan mengenai apakah virus korona baru memiliki masa inkubasi yang lebih lama, daripada yang diyakini sebelumnya.

Media Tiongkok kini melaporkan bahwa 1 pasien didiagnosa terinfeksi, 42 hari setelah dia kembali dari Wuhan. Sementara sebuah studi baru yang dipimpin oleh para ahli top virus korona, dari Tiongkok menemukan, bahwa masa inkubasi virus bisa mencapai 24 hari.

Namun para ahli AS, masih tetap skeptis.

Dokter Schaffner : “Kami ingin tahu, bagaimana mereka bisa begitu yakin bahwa tidak ada paparan lain pada orang-orang yang terinfeksi virus korona. Karena masa inkubasi yang begitu lama, tidak diragukan lagi akan memberikan sebuah tantangan yang lebih besar, kepada keseluruhan upaya kesehatan publik.”

Dokter Schaffner mengatakan bahwa frekuensi masa inkubasi yang panjang, juga menjadi pertanyaan.

Dokter Schaffner : “Mungkin saja itu terjadi sangat, sangat jarang sekali, namun, jika itu mungkin terjadi, hal itu akan membuat upaya kesehatan publik, menjadi lebih sulit lagi.”

Pejabat Tiongkok telah mengatakan bahwa pasien virus korona, bisa menularkan virus, bahkan sebelum menunjukkan gejala apapun, namun dokter Schaffner mengatakan bahwa hal tersebut belum dikonfirmasi oleh para ahli di AS, dan itu karena para ilmuwan Amerika, belum diperlihatkan data dari Tiongkok.

Walaupun hal itu secara biologis masuk akal, pertanyaannya adalah, apakah umum bagi virus tersebut untuk menyebar dengan cara demikian, atau apakah itu hanya terjadi sesekali saja.

Informasi baru masih sedang terus masuk, yang kemudian menunjukkan bahwa kasus dengan masa inkubasi 24 hari yang ditemukan oleh studi dari Tiongkok hanyalah 1 dari, lebih dari 1.000 kasus.

Informasi baru masih sedang terus masuk, yang kemudian menunjukkan bahwa kasus dengan masa inkubasi 24 hari yang ditemukan oleh studi dari Tiongkok hanyalah 1 dari, lebih dari 1.000 kasus.

Lebih banyak berita tentang wabah pneumonia akibat infeksi virus korona baru dari Wuhan, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.