Budaya Fokus

Kebudayaan Tradisional Tiongkok Kuno, Mendekatkan Manusia kepada Tuhan

Untuk melihat apa yang terjadi ketika seorang wanita, yang sedikit pendiam, ingin berbagi pesan yang indah dengan dunia.

Dalam wawancara ini, kami duduk bersama penari, Eden Zhu, dari Shen Yun Performing Arts, untuk mengetahui bagaimana dia menyampaikan pesannya kepada ribuan orang dengan lantang dan jelas, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Sebagai seorang yang mengaku introvert, Eden Zhu tidak senang berbicara dengan orang asing, dan memiliki sedikit keinginan untuk menjadi pusat perhatian.

Tapi kini, dia berada di tengah panggung, dengan ribuan orang menatap setiap gerakan yang dia lakukan.

Zhu: “Untuk menari, Anda harus menggunakan tubuh Anda untuk mengekspresikan emosi Anda, atau pesan tertentu di hati Anda, yang ingin Anda sampaikan. Jika Anda benar-benar introvert, maka tarian Anda tidak akan menyentuh orang, jadi saya harus membuka hati untuk berkomunikasi dengan penonton, maka barulah tarian saya benar- benar dapat mempengaruhi orang.”

Zhu adalah penari utama untuk Shen Yun Performing Arts, sebuah perusahaan tari klasik Tiongkok yang terkenal di dunia.

Misi kelompok tersebut bertujuan untuk menghidupkan Kembali budaya tradisional Tiongkok selama lima ribu tahun, yang banyak bagiannya hilang saat Komunisme mengambil alih.

Zhu mengatakan dia secara pribadi merasakan kekuatan budaya itu.

Sekarang dia ingin menyampaikan kebijaksanaan dan pesan yang terkandung di dalamnya, kepada penonton di seluruh dunia.

Dia menjelaskan bahwa keinginannya untuk membagikannya, melampaui kepribadiannya sendiri, batasan fisik, dan bahkan rasa sakit dari pelatihan tarian klasik.

Zhu: “Saya sangat suka membaca beberapa buku kuno, misalnya, saya sangat menyukai ‘The Saying of Mencius’, ‘ketika Langit akan menempatkan tanggung jawab besar pada satu orang, Langit selalu pertama-tama membuat frustrasi semangat dan kemauannya, melelahkan otot dan tulangnya.’ Saya pikir kata-kata ini benar-benar dapat menginspirasi orang-orang, yaitu ketika Anda ingin melakukan sesuatu, pada kenyataannya, akan ada kesulitan yang sepadan di depan Anda. Jika Anda dapat menerobos kesulitan itu, Anda akan menemukan bahwa di sisi berlawanan dari kesulitan itu, adalah dunia yang sangat cerah.”

Penari sering mengatakan Anda harus menari dari hati.

Untuk para penari Shen Yun seperti Zhu, gerakan mereka, secara harfiah, berasal dari pusat tubuh mereka.

Zhu: “Di Shen Yun, kami menggunakan teknik yang pernah hilang, yang disebut shen-dai-shou, atau tubuh memimpin lengan, dan ‘kua-dai-tui’, atau pinggul memimpin kaki. Ini berarti bahwa kekuatan yang menggerakkan gerakan tubuh bagian atas Anda, berasal dari pusat tubuh Anda, kemudian meluas ke lengan Anda, lalu ke jari-jari Anda. Dengan cara ini, pembawaan tarian klasik Tiongkok menjadi lebih megah. Postur tubuh bagian atas terasa lebih ekspansif dan memberikan perasaan yang sangat cerah kepada orang-orang.”

Selain teknik, untuk menggambarkan karakter dengan baik, seorang penari juga harus berhubungan dengan perasaan karakter yang diperankannya.

Tapi ini bisa jadi menantang. Salah satu contohnya, Zhu berperan sebagai Dewi Rembulan Tiongkok.

Jadi sebagai manusia, bagaimana Anda bisa berhubungan dengan sosok dewata?

Zhu: “Karena Dia adalah makhluk yang berada di atas tingkat manusia, hatinya pasti tidak akan seperti manusia dengan begitu banyak emosi dan keinginan, keadaan pikirannya mungkin sangat damai, sangat welas asih. Jadi ketika melakukan tarian ini, hati saya tidak akan terlalu berfluktuasi, saya hanya akan mencoba menampilkan sesuatu yang murni indah.”

Dia menggambarkan belajar untuk mencapai keadaan itu, lewat mempelajari tradisi serta kultivasi diri.

Zhu: “Para penari Shen Yun memurnikan diri mereka setiap hari, membawa pikiran mereka kembali ke kebenaran selangkah demi selangkah.”

Zhu mengatakan peningkatan diri semacam ini, ditambah konten yang disajikan Shen Yun, adalah alasan mengapa penonton sering melaporkan perasaan penuh harapan dan “terangkat” setelah menonton pertunjukan.

Zhu: “Misalnya, ketika adegan pembuka dimulai, mereka melihat dunia surgawi dengan para Dewata di dalamnya. Saya pikir penonton akan sangat terkejut ketika mereka melihatnya. Karena mungkin dalam masyarakat sehari-hari, orang-orang berkelahi dan saling bermuslihat satu sama lain, seseorang mungkin merasa bahwa dia menjalani kehidupan yang tak berarti, di dalam dirinya. Namun ketika dia melihat dunia yang sama sekali berbeda dari kehidupan sehari-harinya, dan itu adalah dunia surgawi yang sangat indah, semua hal buruk dalam pikirannya tersapu bersih. Dia akan merasa apa yang dilihatnya adalah terang dan indah, akan timbul rasa kebaikan dan kebenaran yang murni di dalam hatinya. Dan dia akan dapat mengambil poin rendah yang dia temui dalam hidup dengan sangat ringan, karena dia tahu bahwa ada makhluk yang lebih tinggi yang menjaga kita semua. Sehingga dia mungkin memiliki sikap yang lebih positif dalam menghadapi kehidupan.”

Penonton Shen Yun: “Saya sangat terinspirasi, dan sangat tersentuh.”

Penonton Shen Yun: “Astaga, itu fenomenal, benar-benar fenomenal.”

Penonton Shen Yun: “Pertunjukanya sangat, sangat dipenuhi oleh cahaya, itu tepat adalah yang dibutuhkan kota ini.”

Zhu berkata dia selalu merasa sedih karena Shen Yun tidak dapat tampil di tempat kelahiran budaya tradisional Tiongkok.

Itu karena rezim Komunis Tiongkok saat ini tidak akan menerima orang-orang yang berkeyakinan.

Zhu: “Budaya yang disebarkan oleh Partai Komunis Tiongkok didasarkan pada ateisme. Dalam hal ini, PKT telah mengabaikan hal yang paling fundamental tentang manusia. Tapi budaya tradisional yang kita bicarakan adalah kepercayaan kepada Tuhan. Orang-orang Tiongkok kuno menghormati Langit dan percaya pada Makhluk Ilahi, dan mereka mendambakan yang Ilahi. Itulah sebabnya banyak seni Tiongkok pada tahap awal selalu menggambarkan Dewata, dan di Barat juga, seni awal mereka menggambarkan kemuliaan, kebesaran, dan kekhidmatan makhluk Ilahi.”

Terlepas dari bentrokan politik saat ini antara rezim Tiongkok dan dunia Barat, ini mungkin menjelaskan, mengapa banyak orang di luar Tiongkok masih beresonansi dengan nilai-nilai dari Tiongkok kuno.

Zhu mengatakan bahwa inspirasi dan apresiasi untuk seni yang baik, berasal dari tempat yang sama.

Zhu: “Poin terpenting dari seni adalah dapat memurnikan hati orang-orang, meningkatkan keilahian mereka, dan membawa mereka lebih dekat kepada Tuhan.”

Informasi lebih lanjut tentang Shen Yun Performing Arts, silahkan kunjungi: shenyun.com

Video tariler Shen Yun:

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI