Site icon NTD Indonesia

Kejatuhan Raksasa Properti China: Evergrande Dihapus dari Bursa Saham Hong Kong

Mantan raksasa properti China Evergrande, dihapus dari daftar bursa saham Hong Kong hari Senin. Ini menutup babak krisis properti China yang dimulai tahun 2021, namun Evergrande diperkirakan bukanlah perusahaan real estate China terakhir yang akan mengalami nasib serupa. Berikut ulasannya.

Perjalanan Evergrande China adalah kisah peringatan bagi sektor properti negara tersebut. Evergrande pernah menjadi pengembang terkemuka China. Pendaftarannya di bursa saham Hong Kong pada 2009 adalah yang terbesar oleh pengembang swasta China, namun perusahaan itu memiliki tumpukan utang terbesar di sektor properti secara global.

Pengembang ini mulai dengan debut pasar publik yang kuat dan nilai saham sebesar 9 miliar dolar. Nilainya tumbuh lebih dari lima kali lipat menjadi 51 miliar dolar, namun anjlok dalam beberapa tahun terakhir, hingga kini hanya bernilai 282 juta dolar.

Perdagangan sahamnya telah ditangguhkan sejak Januari tahun lalu, dan perusahaan ini terkena perintah likuidasi setelah gagal bayar utang dan gagal menyelesaikan rencana restrukturisasi.

Evergrande akan dihapus dari bursa saham Hong Kong atas kegagalannya melanjutkan perdagangan dalam 18 bulan. Ini akan menutup babak dalam krisis properti China yang dimulai pada 2021, namun Evergrande diperkirakan bukan yang terakhir. China South City menjadi pengembang properti pertama yang didukung negara yang terkena perintah likuidasi oleh Pengadilan Tinggi Hong Kong awal bulan ini.

Otoritas China telah mencoba menghidupkan kembali sektor properti selama bertahun-tahun, yang pernah menyumbang seperempat dari PDB-nya. Sementara itu para pembeli masih menunggu rumah mereka yang belum selesai, dan kreditor masih berharap mendapatkan kembali uang mereka.