Fokus

Kemanjuran dan Keamanan Vaksin Tiongkok, Dipertanyakan

Jika Anda divaksinasi, Prancis menerima Anda.

Tapi hanya jika Anda mendapatkan salah satu dari empat vaksin yang disetujui UE:

Pfizer, AstraZeneca, Moderna, atau Johnson-n-Johnson.

Peraturan yang diperbarui mengatakan, vaksin buatan Tiongkok tidak berhasil.

Selain itu, Prancis mengkategorikan Tiongkok sebagai negara “oranye” – jadi pembatasan perjalanan berlaku.

Aturan mengatakan bahwa siapa pun yang datang dari Tiongkok harus memenuhi kriteria tertentu.

Itu berarti memiliki alasan mendesak untuk mengunjungi negara Prancis, dan mengisi formulir perjalanan.

Pengunjung dari Tiongkok juga dikenakan isolasi mandiri 7 hari setelah kedatangan mereka di Prancis.

Kedutaan Besar Tiongkok di Prancis mengkonfirmasi rinciannya dengan Radio Free Asia.

Menjelaskan bahwa aturan tersebut berasal dari Uni Eropa.

Beijing mengatakan akan menerapkan “Sanksi Timbal Balik” sebagai balasannya.

Artinya Tiongkok akan menolak masuknya warga negara Prancis, jika mereka divaksinasi dengan dosis yang dibuat di luar Tiongkok.

Kedutaan merilis pemberitahuan tentang langkah tersebut pada hari Senin. (14 Jun)

Menuduh aturan Prancis sebagai “manipulasi politik yang jelas.”

Hingga kini, vaksin Sinovac dan Sinopharm Tiongkok tidak disetujui oleh European Medicines Agency. – Itu adalah departemen UE yang bertugas menilai produk medis.

Vaksin Tiongkok saat ini paling banyak digunakan di seluruh dunia, dengan 900 juta dosis sudah digunakan, di Tiongkok saja.

Itu saat kontroversi berlanjut atas keamanan mereka, serta keraguan tentang keaslian data Tiongkok meningkat.

Data menunjukkan bahwa di antara sepuluh negara teratas yang saat ini paling parah dilanda pandemi, sembilan di antaranya, sebagian besar menggunakan vaksin Tiongkok.

Data dari proyek Global Change Data Lab menunjukkan, pada hari Selasa lalu, negara-negara dengan kasus terkonfirmasi harian tertinggi per satu juta penduduk, dari nomor satu hingga nomor sepuluh adalah: Seychelles, Uruguay, Mongolia, Bahrain, Maladewa, Kolombia, Argentina, Suriname, Namibia, dan Kuwait.

Semuanya, kecuali Kuwait, menggunakan vaksin Tiongkok, baik Sinopharm atau Sinovac, dalam skala besar, atau setidaknya sebagian.

Di tempat pertama adalah Seychelles, itu adalah satu-satunya ekonomi berpenghasilan tinggi di Afrika.

57% orang yang divaksinasi di negara itu mendapat vaksin Tiongkok.

Sisanya 43% mendapat vaksin buatan India.

Keamanan dan kemanjuran vaksin Tiongkok telah dipertanyakan sejak pertama kali diluncurkan akhir tahun lalu.

Orang-orang juga mempertanyakan transparansi mereka dalam proses penelitian serta efek sampingnya yang parah.

Spesialis vaksin yang berbasis di Shanghai, Tao Lina membacakan ‘disclaimer’ vaksin Tiongkok, bahwa ada 73 potensi efek samping.

Mulai dari sakit kepala hingga tekanan darah tinggi yang parah, dan bahkan kehilangan fungsi indera.

Dia memposting ini di media sosial Tiongkok, Weibo, mengatakan itu mungkin adalah “vaksin paling berbahaya di dunia.”

Namun postingan itu segera dihapus.

Kepala rumah sakit Taiwan mengatakan kepada The Epoch Times, bahwa vaksin Sinopharm dan Sinovac Tiongkok “benar-benar tidak sebaik itu, dalam hal keamanan ataupun kemanjuran.”

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI