Beijing mengungkapkan kemarahannya atas interaksi baru-baru ini antara Taiwan dan AS. Presiden Lai Ching-te mendesak Presiden Trump untuk mempertahankan dukungannya, atas meningkatnya ancaman militer dari China. Ia menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah wawancara media AS yang disiarkan hari Senin.
Lai berkata keamanan Taiwan terkait erat dengan keamanan nasional AS. Ia menambahkan bahwa Presiden Trump pantas mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian jika ia dapat, dalam kata-katanya sendiri, menghentikan China menginvasi Taiwan.
Keesokannya, Kantor Urusan Taiwan China membalas dengan pernyataan keras yang mengkritik pernyataan Lai. Seorang pejabat China juga mengulangi ambizi rezim untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya.
China memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya meskipun tidak pernah memerintahnya. AS dan Taiwan sama-sama menolak klaim tersebut.
Pekan lalu, Duta Besar AS untuk China, David Purdue, mengatakan kebijakan Trump terkait Taiwan tidak berubah, dan AS berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan perbedaan mereka secara damai.
