Fokus

Kematian Bayi 5 Bulan di China Viral, Sorot Komersialisasi Rumah Sakit

Lebih dari 100 orang berkumpul di luar pengadilan di kota Ningbo, China tenggara. Kasus sengketa medis yang melibatkan seorang bayi disidangkan. Bayi berusia lima bulan itu meninggal saat menjalani operasi jantung dua bulan lalu. Ini adalah salah satu topik terpanas di media sosial China. Investigasi mengungkapkan adanya malpraktik medis, tetapi kasus ini mungkin lebih dari itu.

Bayi perempuan bernama Xu Luoxi itu meninggal saat menjalani operasi di Rumah Sakit Wanita dan Anak Universitas Ningbo pada 14 November. Dokter berkata operasi ini untuk memperbaiki cacat septum atrium yang tidak biasa di jantung. Dia memberi tahu keluarga bahwa operasi ini memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 99%.

Namun, bayi tersebut meninggal selama prosedur. Laporan otopsi menunjukkan Luoxi ternyata hanya memiliki kelainan jantung umum, dimana pengobatan standarnya melibatkan observasi hingga anak mencapai usia 1 atau 2 tahun. Beberapa kasus sembuh dengan sendirinya tanpa operasi. Operasi di usia sangat muda justru berisiko sangat besar, yang menimbulkan pertanyaan tentang apakah operasi itu benar-benar diperlukan.  

Selain itu, otopsi menemukan luka operasi sepanjang 2,5 inci pada tubuh Luoxi yang belum dijahit. Keluarga yang berduka membagikan kasus ini secara daring, memicu kemarahan publik dan dengan cepat menjadi viral di media sosial China.

Ini bukanlah kasus yang pertama, karena China telah mengkomersialkan sistem perawatan kesehatannya selama beberapa dekade. Otoritas China telah mengurangi pendanaan untuk rumah sakit umum, hingga manajemen rumah sakit harus beroperasi seperti bisnis, memprioritaskan pendapatan daripada kesehatan masyarakat.  

Logikanya sederhana. Lebih banyak operasi dan dan penjualan obat berarti lebih banyak pendapatan. Banyak kasus muncul di mana pasien mengeluh bahwa rumah sakit mengaturkan operasi yang tidak perlu, atau bahwa dokter meresepkan obat-obatan termahal.