Fokus

Kematian Warga Asing di Tengah Lockdown Shanghai

Lebih banyak tragedi di Shanghai di tengah perintah penguncian yang diperpanjang.

Seorang pria ditemukan tewas di rumahnya, di Shanghai awal bulan ini.

Tetangganya menyampaikan kabar itu melalui akun Twitter ala Tiongkok, Weibo, menambahkan bahwa seorang saksi mata berkata, “Ketika dia meninggal, dia hanya kulit dan tulang.”

Orang yang meninggal itu adalah seorang pria berusia 58 tahun yang tinggal sendiri.

Dia terakhir terlihat oleh tetangganya pada 12 April, ketika distribusi makanan kedua kota dimulai.

Tapi seminggu kemudian, pria itu memberi tahu tetangganya bahwa dia tidak bisa bangun dari tempat tidur.

Tetangganya menghubungi komite lingkungan setempat, berharap mereka dapat mengirim seseorang untuk membantu, tapi tidak ada yang datang.

Dia tidak pernah terlihat lagi, sampai hampir dua minggu kemudian, ketika dia ditemukan tewas bersandar di pintunya.

Dalam unggahan di Weibo, tetangganya menulis: “Hanya satu kunjungan dari komite lingkungan akan menyelamatkannya.”

Postingan itu segera dihapus, tampaknya disensor oleh otoritas Tiongkok.

Lebih banyak laporan dari Shanghai menunjukkan warga Tiongkok bukan satu-satunya yang berjuang untuk mengatasi penguncian.

Sejauh ini, dua kematian orang asing yang dikonfirmasi, yang tinggal di pusat keuangan itu, telah terungkap.

Seorang pria Korea Selatan berusia 40 tahun ditemukan tewas di rumahnya di Shanghai.

Situs portal terbesar Korea Selatan, naver.com, melaporkan berita tersebut pekan lalu (4 Mei).

Penyebab kematiannya tidak diketahui.

Dia dikatakan memiliki penyakit jantung.

Bulan lalu, seorang wanita berusia 29 tahun dari Afrika Selatan juga ditemukan tewas di rumahnya di Shanghai.

Penyebab kematiannya tidak diketahui.

Menurut outlet media Afrika Selatan, wanita itu adalah seorang guru bahasa Inggris.

Dia telah bekerja di Shanghai sejak 2017.

Sejak perintah penguncian berlaku, dia telah bekerja dari rumah sambil tetap berhubungan dengan keluarganya di Afrika Selatan.

Namun pada suatu hari Minggu di pertengahan April, keluarganya tidak bisa lagi menghubunginya.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI