Fokus

Keraguan Terkait Email Petenis Tiongkok, Peng Shuai

Ketua Asosiasi Tenis Wanita pada hari Rabu menyuarakan keraguan atas email yang diterima asosiasi tersebut.

Dalam email itu, petenis Peng Shuai dikatakan menyangkal tuduhan penyerangan seksual sebelumnya.

Kepala badan tenis putri dunia mengatakan dia bahkan lebih khawatir tentang kesejahteraan pemain Tiongkok Peng Shuai, setelah media pemerintah Tiongkok menerbitkan sebuah email yang dikatakan berasal dari dirinya.

Bintang tenis berusia 35 tahun itu tidak terlihat di depan umum sejak dia menuduh di media sosial bahwa mantan wakil perdana menteri Tiongkok, Zhang Gaoli, memaksanya melakukan hubungan seks, dan bahwa mereka kemudian memiliki hubungan suka sama suka putus-sambung.

Pada hari Rabu, outlet media yang berafiliasi dengan pemerintah Tiongkok, CGTN, merilis di Twitter apa yang dikatakannya sebagai, email yang dikirim oleh Peng, kepada ketua Asosiasi Tenis Wanita, Steve Simon.

Dalam email tersebut, Peng mengatakan, tuduhan penyerangan itu tidak benar.

Tapi Simon dengan cepat meragukan keasliannya.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, dia mengatakan bahwa:

“Pernyataan yang dirilis hari ini oleh media pemerintah Tiongkok tentang Peng Shuai hanya meningkatkan kekhawatiran saya tentang keselamatan dan keberadaannya … Saya sulit percaya bahwa Peng Shuai benar-benar menulis email yang kami terima atau mempercayai apa yang diatribusikan padanya.”

Email yang dikaitkan CGTN ke Peng mengatakan:

“Saya tidak hilang, saya juga aman. Saya hanya beristirahat di rumah dan semuanya baik-baik saja.”

Kantor Informasi Dewan Negara Tiongkok dan Asosiasi Tenis Tiongkok tidak segera menanggapi permintaan komentar kami.

Begitu pula dengan perwakilan Peng.

Pada hari Kamis (18 Nov), Kemenlu Tiongkok menolak ketika ditanya tentang email tersebut. “Ini bukan masalah luar negeri. Dan saya tidak mengetahui situasi relevan yang Anda sebutkan.”

Peng adalah pemain Tiongkok pertama yang menduduki peringkat teratas dunia, ketika dia menjadi nomor satu ganda pada tahun 2014.

Zhang, yang 40 tahun lebih tua darinya, adalah wakil perdana menteri antara 2013 dan 2018.

Dan warganet menemukan bug di email, kursor teks.

Seorang warganet bertanya: Apakah dia lupa untuk menekan ‘kirim’? Kita semua bisa melihat kursor.

Warganet lain meragukan email tersebut, menanyakan apakah seseorang hanya berpura-pura, dan menulis email atas nama Peng Shuai, sambil menunjuk kursor di layar.

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI