Fokus

Kerusuhan di Kazakhstan Mungkin Mempengaruhi Perusahaan dan Investasi Tiongkok

Beijing memantau dengan cermat kerusuhan di Kazakhstan.

Pada hari Jumat, pemimpin PKT, Xi Jinping, mengatakan bahwa dia sangat menentang upaya kekuatan eksternal apapun, untuk menghasut “revolusi” di Kazakhstan, dan merusak hubungan Tiongkok dengan negara tersebut.

Protes dengan kekerasan meletus di seluruh Kazakhstan atas kenaikan harga bahan bakar, dan sebagian karena kurangnya demokrasi yang nyata.

Sebagai tanggapan, presiden Kazakhstan mengumumkan keadaan darurat di beberapa bagian negara itu pada hari Rabu.

Stabilitas Kazakhstan sangat penting bagi Tiongkok.

Ini, karena negara tersebut adalah kunci bagi Inisiatif Sabuk dan Jalan Beijing, itu juga adalah tempat Xi Jinping pertama kali mengumumkan proyek tersebut pada 2013.

Dari tahun 2005 hingga 2020, total investasi Tiongkok di Kazakhstan mencapai hampir 20 miliar dolar.

Kazakhstan juga merupakan sumber gas yang penting bagi Tiongkok.

Pada 2017, kedua negara itu membuat kesepakatan.

Kazakhstan akan mengekspor 170 miliar kaki kubik gas alam ke Tiongkok setiap tahun.

Tiongkok juga merupakan mitra dagang terbesar kedua Kazakhstan.

Total perdagangan antara kedua negara mencapai lebih dari 22 miliar dolar pada 2021.

Protes dan kerusuhan dapat mengancam perusahaan dan investasi Tiongkok di Kazakhstan.

Media pemerintah Tiongkok, Global Times bahkan telah turun tangan untuk meredakan kekhawatiran tersebut, tapi masih diakui, bahwa “Situasi di Kazakhstan pasti akan berdampak pada pengiriman minyak dan gas.”

Lebih banyak artikel Fokus, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI